Al-Azhiim

Al-Azhiim merupakan salah satu nama Allah yang mulia yang ditunjukkan oleh banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah.

Allah Yang Mahaagung, milik-Nya segala sifat dan makna yang menunjukkan keagungan-Nya, tiada makhluk yang memuji-Nya sebagaimana mestinya dan tiada yang mampu menghabiskan pujian kepada-Nya. Dalam sebuah hadits shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah berfirman:

الكبرياء ردائي والعظمة إزاري فمن نازعني واحدا منهما ألقيه في النار

“Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku, barangsiapa yang merebut salah satu dari keduanya dari-Ku maka Aku akan melemparkannya ke dalam neraka.” [1]

Dalil dari Al-Qur’an

Di antara dalil yang menunjukkan nama Allah Al-Azhim adalah firman-Nya:

وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya (langit dan bumi), dan Allah Mahatinggi lagi Mahaagung.” [2]

Dalam ayat yang lain:

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

“Maka bertasbihlah (dengan menyebut) nama Tuhanmu yang Mahaagung.” [3]

Dalil dari Sunnah

Dalam beberapa hadits yang shahih:

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِه سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, namun berat pada timbangan serta dicintai oleh Allah yang Mahapengasih: Mahasuci Allah dengan memuji-Nya, Mahasuci Allah yang Mahaagung.” [4]

Dari sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma:

عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم- أنه كان إذا دخل المسجدَ قال : أعوذُ باللهِ العظيمِ ، وبوجهِهِ الكريمِ ، وبسلطانِهِ القديمِ ، من الشيطانِ الرجيمِ . قال : فإذا قال ذلك ، قال الشيطانُ : حُفِظَ مِنِّي سائرَ اليومِ

“Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya apabila beliau masuk masjid beliau membaca: Aku berlindung kepada Allah yang Mahaagung dengan wajahnya yang Maha Mulia, dengan kekasaan-Nya yang Mahaabadi dari (gangguan) syaithan yang terkutuk. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Apabila seorang hamba membaca do’a ini maka syaithan berkata : Hamba ini telah dilindungi oleh Allah dari gangguan saya sepanjang hari ini.” [5]

Dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

أنَّ نبيَّ اللهِ – صلى الله عليه وسلم- كان يقولُ عند الكربِ :لا إله إلا الله العظيمُ الحليمُ، لا إله إلا الله ربُّ العرشِ العظيمُ، لا إله إلا اللهُ ربُّ السماواتِ وربُّ الأرضِ وربُّ العرشِ الكريمُ.

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa mengucapkan saat ditimpa kesusahan : Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Mahaagung lagi Mahasantun, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Pemilik Arasy yang Mahaagung, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Pemilik langit dan Pemilik bumi dan Pemilik Arsy yang Mahaagung.” [6]

Ucapan Ulama tentang Maknanya

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah mengatakan: “Nama Allah al-Azhiim mengumpulkan segala sifat keagungan, kebesaran, kemuliaan dan keindahan yang senantiasa dicintai oleh hati-hati manusia, diagungkan oleh setiap jiwa manusia. Dan semua orang mengetahui bahwa keagungan segala makhluk, bagaimanapun tinggi sifatnya, maka semua itu tiada artinya dibandingkan dengan keagungan Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung.” [7]

Baca pula

Referensi

  1. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan dishahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah no.541.
  2. QS. Al-Baqarah : 255
  3. QS. Al-Waqi’ah : 74
  4. HR. Al-Bukhari no.6406 dan Muslim no. 2694
  5. HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Kalim at-Tayyib hlm.66
  6. HR. Al-Bukhari no. 6345 dan Muslim no. 2730
  7. Taisiir Al-Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, 954.