Al-Haadi

Dalil-dalil

Nama Allah Al-Haadi terdapat dalam Al-Quran. Diantaranya pada firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا ﴿٣١

“…dan cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” [1]

Dalam ayat lainnya Allah ‘azza wa jalla berfirman:

وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” [2]

Penjelasan Makna Nama Allah Al-Haadi

Al-Haadi maknanya adalah Yang memberi petunjuk dan pengarahan kepada hamba-Nya kepada segala hal yang bermanfaat, dan (memberi petunjuk) untuk menolak yang madharat (berbahaya), mengajarkan kepada mereka hal yang mereka tidak ketahui, menunjukkan kepada mereka petunjuk taufik dan kebenaran, memberi ilham ketakwaan kepada mereka, menjadikan hati mereka mengharap kepada-Nya, tunduk kepada perintah-Nya.

Macam-macam hidayah

Sedangkan Al-Hidayah adalah dilalah (bimbingan) dengan penuh kelemahlembutan. Dan hidayah (petunjuk) Allah itu ada 4 macam:

Hidayah global

Hidayah yang diberikan kepada setiap manusia mukallaf berupa akal, kecerdasan dan pengetahuan yang dharuri (mudah) yang meliputi segala sesuatu dengan ukuran (kadar) menurut kemampuannya. Hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَىٰ

“Rabb kami adalah (Rabb) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.” [3]

Hidayah irsyad

Hidayah yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia melalui ajakan dan lisan para nabi dan rasul, menurunkan Al-Quran dan yang lainnya, dan inilah yang dimaksud pada firman Allah ‘azza wa jalla:

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا

“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemipin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami.” [4]

Hidayah taufik

Hidayah taufik yang diperuntukkan bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. Inilah yang dimaksud dalam firman Allah ‘azza wa jalla:

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى

“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambahkan petunjuk bagi mereka.” [5]

Juga dalam ayat yang lain:

وَمَن يُؤْمِن بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ 

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” [6]

Dalam firman-Nya yang lain:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka diberikan petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanan mereka.” [7]

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:

والَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” [8]

Hidayah menuju surga

Petunjuk untuk menuju ke surga di akhirat kelak. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah ‘azza wa jalla:

سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ﴿٥

“Allah akan memberi pemimpin kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka.” [9]

Dalam ayat yang lainnya:

الْحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَـٰذَا

“Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami kepada (Surga) ini.” [10]

Empat macam hidayah ini adalah berurutan, maka orang yang tidak mendapatkan hidayah yang pertama, maka ia tidak akan mendpatkan hidayah yang kedua, bahkan tidak disebut sebagai orang yang mukallaf, dan orang yang tidak mendapatkan yang kedua dia tidak akan mendapatkan yang ketiga dan yang keempat. Dan orang yang mendapatkan yang keempat maka sungguh dia telah mendapatkan tiga macam hidayah yang sebelumnya.

Dan siapa yang telah mendapatkan yang ketiga sungguh dia telah mendapatkan dua macam hidayah yang sebelumnya, kemudian sebaliknya adalah terkadang terkadang ia telah mendapatkan yang pertama dan tidak mendapatkan yang kedua dan yang ketiga.

Dan seorang manusia tidak dapat memberi petunjuk kepada seseorang kecuali dengan mengajak (berdakwah) dan menjelaskan jalan-jalan kebenaran (hidayah bagian yang kedua). Dan bagian kedua inilah yang diisyaratkan oleh Allah ‘azza wa jalla:

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٥٢

“…dan sesungguhnya engkau benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” [11]

Dan dalam firman-Nya:

يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا

“Mereka memberi petunjuk dengan perintah Kami.” [4]

Dalam ayat yang lainnya juga:

وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ ﴿٧

“…dan bagi tiap-tiap kaum itu ada orang yang memberi petunjuk.” [12]

Dan kepada hidayah-hidayah lainnya Allah ‘azza wa jalla memberi isyarat:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَـٰكِنَّ اللَّـهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memberi petunjuk terhadap orang-orang yang kamu kasihi.” [13] [14]

Baca pula

Referensi

  1. QS. Al-Furqan : 31.
  2. QS. Al-Hajj : 54.
  3. QS. Thaaha: 50.
  4. QS. As-Sajdah : 24.
  5. QS. Muhammad : 17.
  6. QS. At-Taghaabun : 11.
  7. QS. Yunus : 9.
  8. QS. Al-Angkabuut : 69.
  9. QS. Muhammad: 5.
  10. QS. Al-A’raf: 43.
  11. QS. As-Syu’ara’: 52.
  12. QS. Ar-Ra’ad : 7.
  13. QS. Al-Qashash: 56.
  14. Al-Haqqul Wadihul Mubin fi Tauhidil Anbiya’ wal Mursalin, Syaikh As-Sa’di, hlm.78-79.