Al-Kariim

Dalil-dalil

Dalil dari Al-Qur’an

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

“Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang memiliki Arsy Yang Mahamulia.” [1]

Dalam ayat yang lain:

وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

“Barangsiapa yang bersyukur maka dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Rabbku Mahakaya lagi Mahamulia.” [2]

Allah juga berfirman dalam ayat yang lain:

يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

“Wahai manusia apakah yang memperdayakan kamu dari Rabbmu Yang Mahamulia.” [3]

Dalil dari As-Sunnah

Dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ إِذَا قُلْتَهُنَّ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ وَإِنْ كُنْتَ مَغْفُورًا لَكَ؟ قَالَ: قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَلِيُّ العَظِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيمِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda kepada saya: “Wahai Ali maukah aku ajarkan kepadamu sekumpulan kalimat yang jika engkau mengucapnya maka Allah akan mengampunimu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: “Ucapkanlah: Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Mahasantun lagi Mahamulia, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Allah Rabb pemilik Arasy yang agung.” [4]

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

 إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ

“Sesungguhnya Rabb kalian Mahamalu lagi Mahamulia, malu dari hambanya tatkala mengangkat kedua tangannya lalu mengembalikannya dalam keadaan kosong dan gagal.” [5]

Penjelasan Makna Nama Allah Al-Kariim

Al-Kariim adalah nama Allah yang menunjukkan bahwa Allah Mahamulia dalam segala hal, dzat yang sangat banyak pemberian dan juga kebaikannya, baik saat diminta ataupun tidak diminta. Nama al-Kariim menunjukkan sempurnanya kemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala dalam zat, semua sifat-sifat-Nya segala af’al (perbuatan-Nya):

  • Allah subhanahu wa ta’ala Mahamulia dalam dzat-Nya. Tak ada cacat sedikitpun dalam dzat-Nya, sesungguhnya dzat Allah ‘azza wa jalla Mahamulia lagi Mahaindah.
  • Allah subhanahu wa ta’ala Mahamulia dalam semua sifat-sifat-Nya. Tak ada sifat jelek sedikitpun pada Allah subhanahu wa ta’ala, sesungguhnya sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala sangat sempurna dalam segala maknanya.
  • Allah subhanahu wa ta’ala juga Mahamulia dalam segala af’al (perbuatan-Nya). Tak ada cacat dan cela sedikitpun dalam af’al (perbuatan) Allah subhanahu wa ta’ala, sungguh semua perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala sarat dengan bermacam hikmah nan luas.

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Nama Allah Al-Kariim mengandung makna kedermawanan, juga makna kemuliaan dan keluhuran, juga bermakna kelembutan dan selalu memberi kebaikan”. [6]

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan: “Secara global makna nama Allah Al-Kariim ialah dzat yang suka memberikan kebaikan yang begitu banyak dengan sangat mudah dan gampang. Lawan katanya adalah orang pelit yang sangat sulit dan jarang memberikan kebaikan”. [7]

Dan di antara makna nama Allah Al-Kariim yaitu Allah subhanahu wa ta’ala melakukan perbuatan baik kepada semua makhluk tanpa sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh makhluk itu, semua kebaikan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada makhluk ialah semata-mata atas kemurahan-Nya kepada seluruh makhluk.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah mengatakan: “Nama-nama Allah Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim, Al-Barru, Al-Kariim, Al-Jawaad, Ar-Ra’uuf dan Al-Wahhab, semua nama-nama Allah yang mulia ini memiliki makna yang berdekatan dan semuanya menunjukkan bahwa Allah ‘azza wa jalla bersifat rahmat, meberikan kebaikan yang melimpah, pemurah dan menunjukkan atas rahmat-Nya yang luas dan pemberian-Nya yang menyeluruh terhadap semua yang ada sesuai dengan hikmah-Nya. Dan Dia (Allah) memberi prioritas kepada orang-orang yang beriman dengan jatah yang lebih banyak dan juga bagian yang lebih sempurna. Allah ‘azza wa jalla berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚفَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa.” [8]

Segala nikmat dan kebaikan, semuanya berasal dari rahmat dan kemurahan-Nya. Segala kebaikan, baik kebaikan duniawi maupun ukhrawi semua berasal dari rahmat-Nya.” [9]

Baca pula

Referensi

  1. QS. Al-Mukminum: 116.
  2. QS. An-Naml: 40.
  3. QS. Al-Infithar: 6.
  4. HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no.2621.
  5. HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no.1757.
  6. Bayan Talbis Al-Jahmiyyah fi Ta’sis Bida’ihim Al-Kalamiyyah, Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah, 1/196.
  7. At-Tibyan, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, hlm.140.
  8. QS. Al-A’raf : 156.
  9. Taisiir Al-Karim Ar-Rahman, Syaikh As-Sa’di, 5/621.