Fi’il Amr

Definisi

Istilah fi’il amr (فعل الأمر) terdiri atas dua kata, yaitu kata fi’il (فعل) yang artinya kata kerja, kemudian kata amr (الأمر) yang artinya perintah, sehingga fi’il amr adalah kata kerja bahasa arab yang digunakan untuk memerintah (menyuruh).

Hukum Fi’il Amr

Terjadi perbedaan pendapat (pandangan) antara para ulama nahwu terkait dengan hukum fi’il amr, para ulama nahwu dari kalangan kufiyyin (penduduk Kufah Irak) mengatakan bahwa fi’il amr selalu dalam keadaan jazm, tanda jazmnya adalah tanda yang digunakan sebagai tanda jazm dalam bentuk mudhari’nya, contohnya fi’il amr (اذهبوا) ini adalah fi’il amr yang majzum dengan tanda jazam hadzf an-nun (membuang nun) karena fi’il mudhari’nya adalah (تذهبون), sehingga dalam Matn Al-Ajurrumiyyah dikatakan:

والأمر مجزوم أبدأ

“Fi’il Amr itu selalu dalam keadaan jazm.” ((Matn Al-Ajurrumiyyah, As-Sanhaji, hlm.10.))

Pendapat ulama nahwu yang lain bahwa fi’il amr itu selalu mabni, dengan perincian sebagai berikut:

Mabni dengan sukun

Jika huruf akhirnya adalah huruf shahih (bukan huruf illat/sakit: ا, و, ي) atau bersambung dengan nun al-inats. Contohnya: firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an:

واذكرْ ربك ((QS. Al-Kahf: 24.))

Kata (اذكر) pada ayat di atas merupakan fi’il amr yang mabni dengan sukun.

Pada firman Allah subhanahu wa ta’ala yang lain:

واذكرْنَ مايتلى ((QS. Al-Ahzab: 34.))

Kata (واذكرن) pada ayat di atas adalah fi’il amr yang mabni dengan sukun karena bersambung dengan nun al-inats.

Mabni dengan hadzf huruf illat

Hadzf huruf illat yaitu membuang huruf illat jika fi’il amr itu diakhiri oleh salah satu huruf illat (ا, و, ي), contohnya: firman Allah dalam Al-Qur’an:

ادعُ إلى سبيل ربك ((QS. An-Nahl: 125.))

Kata (ادع) pada ayat di atas adalah fi’il amr yang mabni dengan membuat huruf illatnya yaitu huruf و , karena asalnya adalah تدعو, pada ayat yang lain:

اتقِ الله ((QS. Al-Baqarah: 206.))

Kata (اتق) merupakan fi’il amr yang mabni dengan membuang huruf illatnya yaitu ي, karena asalnya adalah تتقي, pada ayat yang lain:

وانهَ عن المنكر ((QS. Luqman: 17.))

Kata (انه) pada ayat di atas merupakan fi’il amr yang mabni dengan membuang huruf illatnya yaitu ى, karena asalnya adalah تنهى.

Mabni dengan hadzf huruf nun

Hadzf huruf nun yaitu membuang guruf nun apabila fi’il amr bersambung dengan alif al-itsnain, ya’ al-mukhatabah atau waw al-jama’ah, contohnya: firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وكُلاَ منها ((QS. Al-Baqarah: 35.))

Di sini kata (كلا) adalah fi’il amr yang mabni dengan membuang nun, karena asalnya adalah (تأكلان). Contoh yang lain, ayat yang berbunyi:

كلوا واشربوا ((QS. Al-Baqarah: 60.))

Kata (كلوا) dan (اشربوا) adalah fi’il amr yang mabni dengan membuang huruf nun, karena asalnya adalah (تأكلون) dan (تشربون).

Mabni dengan fathah

Yaitu jika fi’il amr bersambung dengan nun taukid, baik nun taukid tsaqilah maupun nun tauqid khafifah, contohnya:

اشكرنَّ الله

Kata (اشكرنَّ) merupakan fi’il amr yang mabni dengan fathah karena bersambung dengan nun taukid as-tsaqilah. Contoh yang lain:

اذهبنْ إلى المدرسة

Kata (اذهبنْ) merupakan fi’il amr yang mabni dengan fathah karna ia bersambung dengan nun taukid al-khafifah. ((Al-Mumti’ fi Syarh Matn Al-Ajurrumiyyah, Malik bin Salim Al-Mahdzari, hlm.60.))

Referensi