Huruf

Huruf

Definisi Huruf

Definisi huruf secara bahasa

Menurut bahasa, huruf adalah jama’ dari kata harf , dan harf artinya tharf (ujung). [1]

Definisi huruf menurut istilah ulama ahli Nahwu

Huruf berdasarkan definisi ulama ahli Nahwu adalah kata yang tidak memiliki makna tersendiri, ia membutuhkan kata yang lain untuk memiliki makna. [2]

Definisi huruf menurut istilah ulama ahli Tajwiid

Adapun menurut definisi ulama ahli Tajwiid Al Quran, huruf adalah suara yang bersandar pada makhraj muhaqqaq atau muqaddar. [3]

Yang dimaksud dengan makhraj muhaqqaq adalah suara yang memiliki sandaran pada bagian tertentu, seperti tenggorokan, lidah dan dua bibir (syafatain). Ia terdiri dari huruf huruf halq, huruf-huruf lisan, dan huruf-huruf syafatain.  Yang dimaksud dengan makhraj muqaddar adalah suara yang tidak memiliki sandaran pada bagian – bagian tersebut diatas. Ia terdiri dari huruf jauf (rongga mulut dan tenggorokan), yaitu huruf-huruf mad. [4]

Berikut contoh gambaran Makhraj muqaddar dan muhaqqaq  

Jenis Huruf ditinjau dari sisi pengucapan dan penulisan

Huruf Hijaiyah

Huruf Hijaiyah adalah huruf manthuqhah (huruf yang ada dalam pengucapan bahasa Arab). Jumlahnya ada 29 sebagaimana disusun oleh Imam Nashr bin Ashim Al- Laitsi (wafat 90 H). Imam menyusunnya sesuai keserupaan bentuk tulisan huruf-huruf tersebut dan beliau menandai dengan titik titik untuk membedakan antara huruf huruf yang memiliki keserupaan. [5]

Huruf-huruf tersebut adalah [6] :

 أ، ب، ت،ث،ج،ح،خ،د،ذ،ر،ز،س،ش،ص،ض،ط،ظ،ع،غ،ف،ق،ك،ل،م،ن،ه،و،لا،ي

Huruf ke-1 adalah ( أ ). Yaitu huruf hamzah disebut secara majaz (kiasan) dengan alif, karna hamzah ditulis deng alif ketika berada di depan kata.

Huruf ke-2,3,4 adalah  (ب، ت،ث ). yaitu tiga huruf ini serupa/ mirip secara tulisan dan dibedakan dengan titik titik yang ada

Huruf ke-5,6,dan 7 adalah  (ج،ح،خ). Yaitu tiga huruf ini serupa secara tulisan dan dibedakan dengan titik-titik yang ada. Titik ditengah adalah jim, titik diatas adalah kha, dan diantara keduanya adalah huruf ha yang tidak ditandai dengan titik.

Huruf ke- 8 dan 9 adalah (د،ذ). Yaitu kedua huruf ini sama dan dibedakan dengan titik.

Huruf ke 10 dan 11 adalah  (ر،ز ). Yaitu kedua huruf ini sama dan dibedakan dengan titik

Huruf ke 12 dan 13 adalah  (س،ش). Yaitu kedua huruf ini sama dan dibedakan dengan titik. Awalnya untuk huruf syin, tiga titiknya berada sejajar diatas tiga gigi sebagaimana ditulis Nashr bin Ashim. Namun seiring dengan perjalanan waktu, terjadi perubahan oleh para khat-that (ahli tulis huruf Arab) dengan menjadikan tiga titiknya berbentuk segitiga di atasnya.

Huruf ke 13,14,15,16 dan 17 adalah  (ص،ض،ط،ظ). Yaitu keempat huruf ini awalnya tidak dibedakan kaum Arab dari bentuk penulisannya. Mereka menulisnya seperti ini : (صــ، صــ ،صــ ،صــ) , kemudian Nashr bin Ashim membedakan empat huruf tersebut dengan tanda-tanda yang kita kenal sekarang, dengan member titik pembeda.

Huruf ke 18 dan 19 adalah  (ع،غ). Yaitu kedua huruf ini serupa atau mirip bentuknya dan dibedakan dengan titik.

Huruf ke 20 dan 21 adalah  (ف،ق). Yaitu kedua huruf ini serupa atau mirip bentuknya dan dibedakan dengan jumlah titiknya.Untuk huruf fa diberi satu titik diatas, sedangkan untuk huruf qaf dua titik. Sebagian kaum Arab membedakan keduanya dengan meletakkan satu titik diatas untuk huruf fa, adapun untuk huruf qaf, meletakkan satu titik di bawahnya; sebagai penulisan khat kufi dahulu, yang sekarangpun masih digunakan di sebagian negeri Maroko.

Huruf ke 22 dan 23 adalah  (ك،ل). Yaitu meletakkan sesuatu yang serupa atau dengan hamzah pada huruf kaf, sehingga terbedakanlah ia dengan huruf lam.

Huruf ke 24 adalah  (م). Yaitu tidak perlu diberi titik sebagai pembeda karna tidak ada huruf hijaiyah yang mirip dengan huruf mim

Huruf ke 25 adalah  (ن). Yaitu huruf nun mirip dengan huruf ba, ta, tsa. Oleh karna itu, ia diberi titik di tengahnya.

Huruf ke 26 dan 27 adalah  (ه،و). Yaitu huruf ha dan wawu,  tidak ada huruf lain yang mirip dengan keduanya. Oleh karna itu, tidak ditandai dengan titik.

Huruf ke 28 adalah  (لا). Yaitu lam alif ini sebenarnya adalah huruf alif, dan ia memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan huruf lainnya, yaitu: Tidak ia datang melainkan dalam keadaan sukun (tidak berharakat fathah, kasrah, atau dhammah). Sebelumnya adalah huruf yang berharakat fathah. Tidak memulai sebuah kata dengannya, ia membutuhkan pada huruf lain yang mendahuluinya. Karna itu, siapapun yang hendak mengucapkan alif, wajib menggunakan huruf lain yang mendahuluinya, dan disini diambillah huruf lam ( ل ) agar dapat mengucapkan alif. Alasan mereka (kaum Arab) memilih dan mengambil huruf lam untuk membantu pengucapan alif, bukan huruf-huruf lain, adalah bahwa lam sukun pada alif lam (ال) di awal isim ( kata benda) membutuhkan hamzah dalam pengucapannya ketika berada di awal, dan hamzah washal ini bentuknya adalah huruf alim. Maka huruf yang paling pantas menemani dan membantu huruf alif adalah lam, kemudian keduanya digabungkan sehingga menjadi (لا).

Huruf ke 29 adalah (ي). Yaitu yang diberi dua titik di bawah untuk membedakan dengan huruf ba, ta, tsa, dan nun. [7]

Pembagian huruf hijaiyah

Para ulama lughoh dan tajwiid membagi huruf hijaiyah  menjadi dua bagian yaitu huruf ashliyyah dan huruf far’iyyah . [8]

Huruf hijaiyyah  ashliyyah berjumlah 29 huruf sebagaimana yang sudah masyhur . [9]

Huruf Hijaiyyah far’iyyah berjumlah 8 huruf [10], yaitu sebagai berikut :

  1. Hamzah musahhalah( yang dibaca tashil),  sperti ءَاْعْجَمِيٌّ [11]
  2. Alif mumaalah(alif yang dibaca imalah), seperti : مَجْرىٰهَا [12]
  3. Shod yang berisymam huruf zai, menurut qiraah Hamzah,

 seperti : الصِّرَاطَ [13]

  1. Ya yang berisymamhuruf wawu, menurut qiraah Kisa’i,

seperti :  أَقْلِعِى وَغِيْضَ [14]

  1. Alif Mufakhkhamah( alif yang dibaca tafkhim), seperti : الصَّلاَةُ
  2. Nun Mukhfah(nun yang diikhfakan atau disembunyikan) yang terdapat pada ikhfa, idgham bigunnah, dan iqlab.
  3. Lam Mufakhamah ( lam yang dibaca tafkhim), yaitu cabang dari lam yang dibaca tarqiiq. Penjelasannya akan diuraikan pada bahasan tafkhim dan tarqiiq.
  4. Mim Mukhfah ( mim yang diikhfakkan atau disembunyikan ) yang terdapat pada mim ikhfa Syafawi, dan ini cabang mim yang dibaca idzhar.[15]

Huruf Abjadiyah

Huruf Abjadiyah adalah huruf maktuubah ( huruf yang ada dalam penulisan) yang mana susunanya menurut ulama masyariqah adalah sebagai berikut [16] :

أَبْجَدْ، هَوَّزْ، حُطِّيْ،كَلَمُنْ،سَعْفَصْ، قَرَشَتْ، ثَخَذٌ، ضظَغٌ

Huruf huruf ini mengisyaratkan angka –angka berikut [17]: 

أَبْجَدْأ1
ب2
ج3
د4
هَوَّزْه5
و6
ز7
حُطِّيْح8
ط9
ي10
كَلَمُنْك20
ل30
م40
ن50
سَعْفَصْ

 

 

س60
 

ع

 

70

ف80
ص90
 

قَرَشَتْ

 

 

ر

200

ق

 

100

 

ش300
ت400
ثَخَذٌث500
خ600
ذ700
ضَظَغٌض800
ظ900
غ1000

 

Para Ulama atau tepatnya ahli hisab (pakar ilmu hitung) menggunakan rumus abjad diatas untuk menghitung, seperti yang dilakukan Imam Sulaiman al-Jamzuri ketika menghitung jumlah bait Tuhfatul Athfal dan tahun pembuatannya pada bait ke 59 dalam Manzhumah Tuhfatul Athfal, dia berkata :

أَبْيَاتُهُ نَدٌّ بَدَا لِذِيْ النُّهَى  *   تَارِيْخُهَا بُشْرَى لِمَنْ يُتْقِنُهَا

Jumlah baitnya 61 bagi pemilik akal

Tahun (pembuatannya) adalah 1198 Hijriah  [18]

Angka 1198 terambil dari lafadzh بُشْرَى لِمَنْ يُتْقِنُهَا, dengan perincian : 

بُشْرَى لِمَنْ يُتْقِنُهَاب2
ش300
ر200
ى10
ل30
م40
ن50
ي10
ت400
ق100
ن50
ه5
ا1
Jumlah1198

 

Jadi, 1198 (tahun pembuatan Mandzumah Tuhfatul Athfal). [19]

Angka 61 terambil dari lafadzh نَدٌّ بَدَا , dengan perincian :

د4
ب2
د4
ا1
Jumlah61

Tempat-tempat keluarnya (makharij) huruf

Definisi Makharijul Huruf

Kata Makharij (مَخَارِجُ)  adalah jama’ dari  kata مَخْرَج  mengikuti wazan مَفْعَلٌ  dengan memfathahkan mim , mensukunkan kha, dan memfathahkan ra. Kata Makhraj (مَخْرَج) secara bahasa artinya adalah tempat keluar. [20]

Sedangkan menurut istilah, makharijul huruf adalah tempat keluarnya huruf  yang padanya berhenti suara dari sebuah lafadzh (pengucapan) yang dengannya dibedakan suatu huruf dengan huruf lainnya. [21] Yang dimaksud huruf disini adalah huruf-huruf hijaiyah. [22]

Pentingnya mempelajari makharijul huruf

Mempelajari makharijul huruf merupakan perkara yang sangat penting dan mendasar yang mesti di ketahui  oleh siapa saja yang mempelajari ilmu agama islam, tertutama bagi siapa saja yang mempelajari Al-Quran. Hal ini dikarenakan beberapa alasan berikut ini:

  1. Menjaga Kitabullah dari pengaruh lahjah (dialek) yang sangat berpengaruh pada perubahan bahasa Arab yang menjadi bahasa Al Quran, dan diantara pengaruh tersebut adalah:
    1. Lahjah yang mengubah huruf qaf (ق) menjadi ghain (غ) . Contoh: (الْقَدْرِ) menjadi (الْغَدْرِ)
    2. Lahjah yang mengubah huruf dhad (ض) menjadi dzha (ظ) . Contoh: (ضَلِّ) menjadi (ظَلَّ)
    3. Lahjah yang mengubah huruf tsa (ث) menjadi ghain (س) . Contoh: (يَلْبَثُوْنَ) menjadi (يَلْبَسُوْنَ)
  2. Menjaga Kitabullah dari lahn dan tahriif yang menyebabkan perubahan makna dan kerusakan pada makna (fungsi) sebuah kata
  3. Mengenal huruf-huruf mutajanis, mutaqariib, dan mutaba’id guna mengetahui sebab ada atau tidak adanya idgham.
  4. Mempelajari makharijul huruf dan sifat-sifatnya merupakan inti bahasan (tajwiid) yang utama bagi setiap qarii al-Quran. [23]

Cara mengetahui tempat keluarnya huruf (makharijul huruf)

Cara untuk mengetahui dimana tempat keluarnya huruf adalah dengan mensukunkan huruf atau mentasydidkan huruf tersebut kemudian masukkanlah huruf hamzah washal dengan harakat apa saja padanya; maka dimana saja suara tertahan maka disanalah makhraj muhaqqaq huruf  tersebut. [24]

Cara pertama, taskiinul harf (mensukunkan huruf) kemudian memasukkan huruf yang berharakat sebelumnya.  Seperti : أَثْ ، أَتْ، أَبْ

Cara kedua, tasydiidul harf (mentasydidkan huruf) kemudian memasukkan huruf yang berharakat sebelumnya.  Seperti : أَثَّ ، أَتَّ، أَبَّ . [22]

Adapun untuk mengetahui makhraj huruf mad adalah masukkanlah sebelumnya huruf apa saja yang berharakat yang sesuai kemudian perhatikanlah. Engkau akan mendapati bahwa ia akan berhenti manakala hawa (aliran udara) yang keluar itu berhenti dari rongga mulut. Dan akan jelas bagimu dimana letak makhraj muqaddar tersebut. dan huruf-huruf hijaiyah yang lainnya (selain huruf maddiyah) makhrajnya adalah muhaqqaq. [25] Maka ini artinya ia tidak memiliki tempat seperti huruf-huruf lainnya. [22]

Jumlah makharijul huruf

Terjadi perbedaan pendapat para ulama tentang jumlah makharijul huruf. Sebagian diantara mereka ada yang menyebutkan 29 huruf, sebagian juga menyebutkan 17 makhraj, ini adalah pendapat al-Khalil bin Ahmad kemudian diikuti oleh para muhaqqiqin diantaranya adalah al imam ibnul Jazariy, ada juga yang menyatakan ada 16 makhraj, pendapat ini dinyatakan oleh sibawaih, Makki, ad-Dani, dan asy-Syathibi ada juga yang menyebutkan ada 14 makhraj ini adalah pendapat Al-Farra’, Quthrub dan al-Jarmi. [26]

Namun pendapat yang terkuat adalah pendapat yang dikuatkan oleh Al Imam Ibnul Jazariy dengan mengikuti pendapat al-Khalil bin Ahmad yang menyatakan jumlah makharijul huruf ada 17 makhraj. [27]

Perincian masing-masing tempat keluarnya huruf (makharijul huruf)

Secara garis besar, tempat keluarnya huruf (makharijul huruf ) di bagi menjadi dua pembahasan yaitu :

  • Secara umum/ global (ada 5 makhraj)
  • Secara khusus /terperinci (ada 17 makhraj)[28]

Perinciannya adalah sebagai berikut [29] :

NoUmum/globalMaknaPerincian
1Al- Jauf (الْجَوْفُ)Rongga tenggorokan dan rongga mulut1 Makhraj
2Al –Halq (الْحَلْقُ)Tenggorokan3 Makhraj
3Al –Lisan (اللِّسَانُ)Lidah10 Makhraj
4Asy-Syafatan (الشَّفَتَانُ)Bibir2 Makhraj
Jumlah17

 

Gambaran Letak Makharijul Huruf

Sebelum memasuki pembahasan masing-masing makharijul huruf maka terlebih dahulu kita hendaknya mengetahui gambaran letak makharijul huruf agar seseorang yang ingin melafadzhkan huruf bisa mengucapkannya dengan benar. Berikut adalah gambaran letak makharijul huruf yang berhubungan langsung  dalam pengucapan huruf.

Keterangan [30]:

Al-Khaisyum        =   rongga hidung

Al-Hanaqul A’la   =  langit-langit atas

Al Jauf                  =  rongga tenggorokan dan rongga mulut

Al-Halq                 =  tenggorokan

Asy-Syafataan       =  bibir

Al-Asnan               =  gigi

Al-Lisan                =  lidah