Jahannam

Jahannam adalah salah satu nama dari sekian banyak nama-nama neraka yang disebutkan di dalam Al-Quran maupun Sunnah, neraka ini disiapkan oleh Allah bagi mereka yang kufur dan durhaka kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Nama-nama Neraka

Selain Jahannam, neraka memiliki nama-nama lain yang menunjukkan gambaran sifat dan kengerian neraka tersebut. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan : “Neraka ini memiliki banyak nama, nama-nama itu menunjukkan sifat-sifat neraka itu sendiri, dinamakan dengan al-Jahim, Jahannam, Ladzha, as-Sa’ir, Saqar, al-Hathamah, al-Hawiyah padahal hakikat neraka itu adalah satu, namun nama-nama ini menggambarkan akan sifat neraka itu, maka setiap nama neraka yang memiliki dalil (baik dari Al-Quraan maupun As-Sunnah) wajib diimani dan dibenarkan oleh setiap muslim.” [1] Diantara nama-nama lain neraka:

Al-Jahim

Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

“Dan orang-orang kufur dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itulah penduduk al-Jahim.” [2]

Dinamakan demikian karena kobaran apinya yang begitu dahsyat.

Jahannam

Allah ta’ala berfirman:

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

“Dan sesungguhnya Jahannam adalah tempat mereka semuanya.” [3]

Dinamakan demikian karena letak kerak dan dasarnya yang keberadaannya sangat dalam.

As-Sa’ir

Allah ta’ala berfirman:

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Dan mereka mengatakan : Seandainya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) maka kami tidak akan termasuk penduduk neraka Sa’iir.” [4]

Dinamakan demikian karena ia terus menerus dinyalakan

Saqar

Allah berfirman:

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

“Pada hari saat mereka diseret ke neraka pada wajah mereka, (lalu dikatakan kepada mereka) rasakanlah azab Saqar.” [5]

Dinamakan demikian karena panas apinya yang sangat dahsyat.

Al-Huthamah

Allah berfirman:

كَلَّا ۖ لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ ﴿٤ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ ﴿٥ نَارُ اللَّـهِ الْمُوقَدَةُ ﴿٦

“Sekali-kali tidak! Sungguh dia akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Tahukah engkau apa Huthamah itu. (Ia adalah) api Allah yang dinyalakan.” [6]

Dinamakan demikian karena ia menghancurkan segala sesuatu yang dilemparkan kepadanya.

Hawiyah

Allah berfirman:

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ ﴿٨ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ ﴿٩ وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ ﴿١٠ نَارٌ حَامِيَةٌ ﴿١١

“Adapun orang yang ringan timbangan (amal kebaikannya). Maka tempat kembalinya adalah Hawiyah. Tahukah kamu apa itu Hawiyah. (Ia adalah) api yang panas.” [7]

Dinamakan demikian karena mereka yang menjadi penduduk neraka itu dijatuhkan kedalamnya sehingga mereka terjatuh dari bagian atas neraka itu hingga dasarnya.

Panasnya Neraka

Dalam Al-Quran Allah ‘azza wa jalla berfirman:

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

“Orang-orang yang tertinggal (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah, mereka tidak suka berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan nyawa mereka, dan mereka berkata : “Janganlah kalian pergi berjihad di tengah terik panas ini” Katakanlah : “Api neraka Jahannam jauh lebih panas,” seandainya mereka mengetahui.” [8]

Dalam hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اشْتَكَتْ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنْ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنْ الزَّمْهَرِيرِ

“Neraka itu mengadu kepada Allah seraya mengatakan: “Sebagianku memakan sebagianku yang lain.” Maka iapun diberikan dua nafas : satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas, maka kalian menjumpai panas yang sangat luar biasa dari teriknya( yang amat panas) dan kalian menjumpai dingin yang sangat luar biasa dari udaranya (yang amat dingin).” [9]

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ بَنُو آدَمَ جُزْءٌ وَاحِدٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ، قَالُوا: وَاللَّهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: فَإِنَّهَا فُضِّلَتْ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا

“Api kalian ini yang dinyalakan oleh manusia adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian (panasnya) api neraka Jahannam. Para Sahabat berkata: “Demi Allah sesungguhnya api ini sudah cukup (untuk menyiksa).”  Beliau bersabda: Sesungguhnya api neraka itu lebih panas dari api dunia enam puluh sembilan kali semua panasnya sama.” [10]

Makanan dan Minuman di Neraka

Makanan penduduk neraka adalah Dhari’ yaitu sejenis duri tajam yang sangat pahit, sangat panas dan baunya sangat busuk. Allah berfirman:

لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ ﴿٦ لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِن جُوعٍ﴿٧

“Mereka tidak memilki makanan, selain dari duri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangka lapar.” [11]

Begitu juga Zaqqum yang merupakan sejenis pohon yang buahnya sangat pahit dan mayangnya laksana kepala-kepala syaithan, sebagaimana firman Allah:

 أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ ﴿٦٢ إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِّلظَّالِمِينَ ﴿٦٣إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ ﴿٦٤ طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ ﴿٦٥ فَإِنَّهُمْ لَآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ﴿٦٦

“Apakah (makanan surga) itu lebih baik ataukah pohon Zaqqum. Sesungguhnya kami jadikan pohon Zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya ia adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala-kepala syaithan. Sungguh mereka (penduduk) neraka akan makan darinya dan mereka akan memenuhi perut mereka dengannya.” [12]

Dalam ayat yang lain:

إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ ﴿٤٣ طَعَامُ الْأَثِيمِ﴿٤٤ كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ ﴿٤٥ كَغَلْيِ الْحَمِيمِ ﴿٤٦

“Sesungguhnya pohon Zaqqum itu. Makanan orang yang banyak berdosa. Seperti kotoran yang mendidih di dalam perut, seprti mendidihnya air yang sangat panas.” [13]

Dalam sebuah hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا لَأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ، فَكَيْفَ بِمَنْ يَكُونُ طَعَامَهُ؟

“Seandainya satu tetes dari Zaqqum itu jatuh ke dunia niscaya penghidupan penduduk dunia akan hancur, maka bagaimana halnya jika Zaqqum itu menjadi makanan (penduduk neraka)?” [14]

Begitu juga Gislin yang merupakan makanan penduduk neraka yang sebenarnya adalah air nanah dan muntah penduduk neraka itu sendiri, Allah berfirman:

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ ﴿٣٥ وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ﴿٣٦

“Maka pada hari ini tidak ada teman baginya di sini. Dan tidak ada makanan kecuali dari Gislin.” [15]

Adapun minuman penduduk neraka, maka tidak kalah menjijikkan dan menyakitkan, di antaranya adalah Hamiim yang sangat panas, jika didekatkan ke wajah maka akan membakarnya dan jika diminum membuat usus-usus penduduk neraka itu terpotong-potong. Begitu juga Qassaq yang merupakan minuman yang terbuat dari nanah, bekas luka dan keringat penduduk neraka, Allah berfirman:

لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا ﴿٢٤ إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا ﴿٢٥

“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula (mendapat) minuman, selain air Hamim dan Qassaq.” [16]

وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

“Mereka diberi minum dengan air yang mendidih (Hamiim) lalu usus-usus mereka terpotong-potong.” [17]

Tubuh Penduduk Neraka

Ukuran badan para penduduk neraka sangat besar, tubuh dan badan mereka dijadikan besar agar mereka benar-benar merasakan sakit dan pedihnya siksaan neraka, dalam hadits yang shahih Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا بَيْنَ مَنْكِبَيِ الْكَافِرِ مَسِيْرَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ لِلرَّاكِبِ السَّرِيْعِ

“Jarak antara kedua pundak orang kafir (di neraka) seperti jarak yang ditempuh orang yang menaiki kendaraan dengan cepat selama tiga hari.” [18]

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ضِرْسُ الْكَافِرِ أَوْ نَابُ الْكَافِرِ مِثْلُ أُحُدٍ، وَغِلَظُ جِلْدِهِ مَسِيْرَةُ ثَلَاثةِ أَيَّامٍ

“(Besarnya) gigi geraham orang kafir atau gigi taringnya (di neraka) seperti gunung uhud, dan tebal kulitnya jarak perjalanan tiga hari.” [19]

Pakaian Penduduk Neraka

Pakaian penduduk neraka terbuat dari bahan api, sebagaimana firman Allah:

فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ

“Dan orang-orang yang kafir, Allah jadikan bagi mereka baju yang terbuat dari api.” [20]

Doa dan Permintaan Penduduk Neraka

Penduduk neraka meminta agar mereka dikembalikan ke dunia untuk menebus kesalahan mereka dengan melakukan berbagai amal shalih, Allah berfirman:

 رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ ﴿١٠٧ قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ ﴿١٠٨

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikan kami kedunia untuk beramal shalih), maka jika kami kembali (kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” Allah berfirman: “Tinggallah di dalamnya dengan hina, dan janganlah kamu berbicara dengan-Ku.” [21]

Mereka juga meminta kepada malaikat penjaga neraka yaitu malikat Malik agar mereka dimatikan oleh Allah agar tidak merasakan azab dan siksaan terlalu lama, sebagaimana firman Allah:

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّاكِثُونَ﴿٧٧

“Mereka menyeru: “Wahai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja, Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu tetap tinggal (di neraka ini).” [22]

Hingga mereka (penduduk neraka) itu memohon agar mereka diberingan siksa yang ringan walaupun hanya sehari saja, Allah berfirman:

 وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ ﴿٤٩قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُم بِالْبَيِّنَاتِ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۚ قَالُوا فَادْعُوا ۗوَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ ﴿٥٠

“Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada kepada penjaga-penjaga Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhan kalian supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari”. Penjaga Jahannam berkata: “Bukankah telah datang kepada kalian rasul-rasulmu dengan membawa keterangan?” Mereka menjawab: “Benar sudah datang”. Penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kalian”. Dan doadoa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.” [23]

Lalu turunlah keputusan yang menyakitkan bagi orang-orang kafir penduduk neraka itu untuk menjawab doa dan permintaan mereka:

فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا ﴿٣٠

“Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali  siksaan.” [24]

Referensi

  1. Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Al-Utsaimin : 28.
  2. QS. Al-Ma’idah : 86
  3. QS. Al-Hijr : 43
  4. QS. Al-Mulk : 10
  5. QS. Al-Qamar : 48
  6. QS. Al-Humazah : 4-6
  7. QS. Al-Qari’ah : 8-11
  8. QS. At-Taubah : 81
  9. HR. Al-Bukhari no. 3087 dan Muslim no. 617
  10. HR. Al-Bukhari no. 3265 dan Muslim no. 2843
  11. QS. Al-Ghasyiah : 6-7
  12. QS. As-Shaffat : 62-66
  13. QS. Ad-Dukhan : 43-46
  14. HR. At-Tirmidzi dan Ahmad dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 525.
  15. QS. Al-Haqqah : 35-36
  16. QS. An-Naba’ : 24-25
  17. QS. Muhammad : 15
  18. HR. Al-Bukhari no.6551 dan Muslim no. 2852
  19. HR. Muslim no. 2851
  20. QS. Al-Haj : 19
  21. QS. Al-Mu’minun : 107-108
  22. QS. Az-Zukhruf : 77
  23. QS. Ghaafir : 49-50
  24. QS. An-Naba’ : 30