Lailatul Qadar

Diantara kemuliaan yang Allah Ta’ala berikan kepada umat Islam adalah bulan Ramadhan, dimana pada bulan tersebut ada sebuah malam yang lebih mulia daripada seribu bulan – itulah malam lailatul qadar. Bahkan banyak ulama yang berpendapat bahwa malam lailatul qadar adalah malam yang paling mulia di dalam satu tahun.

Definisi

Ulama berkata:  “Dinamakan lailatul qadar karena pada malam tersebut Malaikat diperintahkan untuk menulis takdir, rizki, dan ajal yang akan terjadi selama setahun kedepan. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ  فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.1

Dan firman Allah Ta’ala:

 تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ﴿٤

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. ((QS. Al-Qadar : 4))

Ada pula yang mengatakan dinamakan lailatul qadar dikarenakan kadar, derajat, atau kemuliaannya yang agung.2

Keutamaan

Malam lailatul qadar adalah malam yang paling utama dalam setahun, berdasarkan firman Allah Ta’ala :

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur-an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. ((QS. Al-Qadar))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” ((HR. Al-Bukhari no. 1901))

Waktu Malam Lailatul Qadar

Terdapat perbedaan pendapat mengenai waktunya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qadhi Iyad rahimahullah yang apabila diringkas sebagai berikut :

  1. Waktunya berpindah di sepuluh hari akhir Ramadhan, inilah pendapat Malik, Ats Tsauriy, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan lain lain.
  2. Waktunya berpindah diseluruh malam Ramadhan.
  3. Waktunya tetap pada suatu malam dibulan Ramadhan.3

Imam An-Nawawi rahimahullah setelah mengemukakan pendapat yang banyak tentang waktunya, beliau menguatkan bahwa malam lailatul qadar Allah Ta’ala rahasiakan waktunya. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” ((HR. Al-Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169))

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Demi Allah, saya sungguh mengetahui malam itu, yaitu malam lailatul qadar, adapun tandanya: matahari terbit esok harinya berwarna putih dan tidak ada pancarannya.”4

Doa Yang Dibaca

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang kuucapkan ?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berdoalah : Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).”5

Hikmah Dirahasiakan Malam Lailatul Qadar

Hikmahnya adalah agar senantiasa seorang muslim bersemangat didalam mencari malam tersebut dan menghidupkannya dengan amal amal shalih. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki sepuluh hari akhir dari Ramadhan beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggang.6 Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh sungguh disepuluh hari akhir melebihi dihari hari yang lain.7

Al-Qur’an dan Malam Lailatul Qadar

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Allah Ta’ala pada malam tersebut menurunkan Al-Qur’an secara global dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Kemudian turun secara berangsur angsur sesuai dengan kebutuhan selama masa 23 tahun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada malam itu Al-Qur’an pertama kali diturunkan, untuk memulai periode kenabian, cahaya, dan petunjuk. Malam itu lebih baik dari seribu bulan di bulan bulan semasa jahiliyyah dimana manusia bergelimang di atas ketersesatan. Di malam itu malaikat turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.8

Lihat pula

Referensi

  1. QS. Ad-Dukhaan : 4 []
  2. Syarh Shahih Muslim, 4/187, An-Nawawi rahimahullah []
  3. Syarh Shahih Muslim, 4/187, An Nawawiy rahimahullah. []
  4. HR. Muslim no. 762 []
  5. HR. At-Tirmidzi no. 3513 []
  6. HR. Muslim no 2844 []
  7. HR. Muslim no 2845 []
  8. Aisarut Tafasiir, 1/603, Abu Bakar Jabir Al Jazairy. []