Malaikat

Beriman kepada malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman yang wajib diimani oleh setiap muslim. Malaikat merupakan makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah ‘azza wa jalla dari cahaya, Allah menjadikan mereka selalu taat dan tunduk kepada-Nya, setiap malaikat itu memiliki tugas-tugas khusus yang dibebankan oleh Allah kepada mereka. [1]

Definisi

Kata malaikat (ملائكة) dalam bahasa arab merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Malak (ملك), sedangkat kata malak (ملك) asalnya adalah dari kata “Mal’ak” (ملأك) lalu harakat hamzah (fathah) dipindahkan ke huruf lam sebelumnya yang berharakat sukun, kemudian huruf hamzah dibuang agar pengucapan kata ini menjadi ringan, maka kata inipun diucapkan menjadi Malak (مَلَكٌ), terambil dari akar kata Al-Aluukah (الألوكة) yang asal maknanya adalah Ar-Risalah (الرسالة) artinya mengutus, sehingga malaikat dinamakan demikian karena malaikat merupakan utusan yang membawa perintah dari Allah ‘azza wa jalla kepada para nabi dan rasul. [2] [3] [4] [5] [6]

Malaikat adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dari cahaya, mereka tunduk dan patuh kepada Allah, tidak disifati dengan laki-laki atau perempuan, mereka tidak makan dan minum, mereka tidak lelah dan bosan, mereka tidak menikah dan tidak ada yang mengetahui jumlah mereka semuanya secara detail kecuali Allah ‘azza wa jalla. [7] [8]

Diciptakan dari Cahaya

Malaikat diciptakan oleh Allah dari cahaya[5], sebagaimana dalam hadits A’isyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

“Para malaikat itu diciptakan dari cahaya dan bangsa jin itu diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang disebutkan kepada kalian (dari tanah).” [9]

Sifat-sifat Malaikat

Besarnya Jasad Malaikat

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras.” [10]

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلائِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ

“Aku diizinkan untuk menceritakan salah satu malaikat Allah, yaitu malaikat pemikul Arsy, sesungguhnya antara cuping telinga dan pundaknya sejauh perjalanan tujuh ratus tahun.” [11]

Dalam riwayat lainnya Rasulullah menceritakan bagimana besar malaikat Jibril ‘alaihis salam;

رَأَيْتُهُ مُنْهَبِطًا مِنَ السَّمَاءِ سَادًّا عِظَمُ خَلْقِهِ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

“Aku pernah mlihatnya (Malaikat Jibril) turun dari langit besarnya jasad Jibril menutupi antara langit dan bumi.” [12]

Para Malaikat itu memiliki sayap-sayap

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

الحمد لله فاطر السماوات والأرض جاعل الملائكة رسلا أولي أجنحة مثنى وثلاث ورباع يزيد في الخلق ما يشاء إن الله على كل شئ قدير

“Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang memiliki sayap-sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, empat, Allah menambahkan pada ciptaannya apa yang Dia kehendaki, sesungguhnya Allah maka kuasa atas segala sesuatu.” [13]

Malaikat merupakan ciptaan Allah yang sangat indah

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:

علمه شديد القوى . ذو مرة فاستوى

“Yang diajarkan kepadanya oleh Jibril yang sangat kuat. Dzu mirrah, maka Jibril menampakkan diri dengan rupa yang asli.” [14]

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: Dzu mirrah (ذو مرة) artinya yang memiliki penciptaan yang indah, Qatadah mengatakan: makna Dzu mirrah yang memiliki penciptaan yang tinggi lagi indah. [15] [16]

Bahkan sudah menjadi hal yang lumrah di tengah-tengah manusia bahwa biasanya untuk mengungkapkan ketampanan yang luar biasa dari seorang manusia biasanya disandingkan atau diumpamakan dengan keindahan malaikat, seperti pada firman Allah ta’ala:

فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

“Maka ketika wanita-wanita itu melihatnya (Yusuf alaihissalam), mereka kagum terhadap ketampanannya dan mereka melukai tangan mereka seraya mereka mengatakan “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, ini (Yusuf ‘alaihissalam) tak lain kecuali malaikat yang mulia.” [17]

Malaikat tidak makan dan minum

Hal ini ditunjukkan oleh peristiwa dan kejadian yang terjadi antara Nabi Ibraihim dengan para tamunya yang ternyata adalah malaikat tatkala berkunjung menziarahi beliau, ketika itu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berkata kepada mereka sebagaimana disebutkan Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

فراغ إلى أهله فجاء بعجل سمين فقربه إليهم قال ألا تأكلون فأوجس منهم خيفة قالوا لا تخف وبشروه بغلام عليم

“Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar). Lalu dihidangkan kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata : “Mengapa tidak kalian makan.” Maka dia (Ibrahim) merasa takut kepada mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut.” Dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).” [18]

Dalam ayat yang lain:

فلما رأى أيديهم لا تصل إليه نكرهم وأوجس منهم خيفة قالوا لا تخف إنا أرسلنا إلى قوم لوط

“Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata: “Janganlah Engkau takut, kami ini diutus kepada kaum Luth.” [19]

Mereka tidak pernah merasa lelah dan capek untuk berdzikir dan beribadah kepada Allah

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

يسبحون الليل والنهار لا يَفْتُرون

“Mereka (para malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya (tidak bosan dan lelah) malam dan siang hari.” [20]

Dalam ayat yang lain:

فالذين عند ربك يسبحون له بالليل والنهار وهم لا يسأمون

“Mereka (para malaikat) yang berada di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari sedang mereka tidak pernah jemu.” [21]

Jumlah Malaikat

Jumlah malaikat sangat banyak dan tak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah subhanahu wa ta’ala, di antara riwayat yang menunjukkan jumlah mereka yang sangat banyak itu adalah sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فرفع لي البيت المعمور فسألت جبريل فقال هذا البيت المعمور يصلي فيه كل يوم سبعون ألف ملك إذا خرجوا لم يعودوا إليه آخر ما عليهم

“Maka diperlihatkanlah kepada saya Baitul Ma’mur, lantas saya bertanya kepada Jibril, lalu dia (Jibril) berkata: “Inilah Baitul Ma’mur, padanya setiap hari terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang menunaikan shalat. Jika mereka itu telah keluar (selesai shalat), mereka itu takkan pernah kembali ke situ.” [22]

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman di dalam Al-Qur’an:

وما يعلم جنود ربك إلا هو

“Dan tidak ada yang mengetahui (jumlah) tentara Rabbmu kecuali Dia (Allah).” [23]

Dalam hadits yang shahih lainnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا

“Didatangkanlah Jahannam pada hari itu (hari kiamat), ia (Jahannam) itu memiliki 70 ribu tali kekang, dan satu tali kekang ditarik masing-masing oleh 70 ribu malaikat.” [24]

Derajat dan Kedudukan Malaikat

Derajat para malaikat di sisi Allah subhanahu wa ta’ala berbeda-beda atau bertingkat-tingkat, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh salah seorang sahabat yang ikut serta dalam perang Badr yaitu Rifa’ah bin Rafi’ radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

جَاءَ جِبْرِيلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : مَا تَعُدُّونَ أَهْلَ بَدْرٍ فِيكُمْ قَالَ : مِنْ أَفْضَلِ الْمُسْلِمِينَ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا قَالَ وَكَذَلِكَ مَنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنَ الْمَلائِكَةِ

“Jibril datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu Jibril berkata: “Bagimana kedudukan mereka yang ikut serta dalam perang Badr di sisi kalian?” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Mereka adalah sebaik-baik kaum muslimin atau kalimat yang semisal dengan itu.” Jibril kemudian berkata: “Begitu juga kedudukan malaikat yang ikut serta dalam perang Badr (mereka adalah malaikat-malaikat yang paling afdhal).” [25]

Nama-nama Malaikat

Sebagaimana dikemukan sebelumnya bahwa jumlah malaikat yang diciptakan oleh Allah sangatlah banyak tidak ada yang mengetahui jumlah pastinya secara rinci kecuali Allah ‘azza wa jalla, merekapun memiliki nama-nama, namun nama malaikat yang dikabarkan dan kita ketahui sangat terbatas dan sedikit. Berikut adalah sebagain dari nama-nama malaikat yang bersandarkan pada dalil-dalil shahih dari Al-Quran ataupun As-Sunnah:

Jibril dan Mikail (Mikaal)

Dua nama malaikat Allah ini disebutkan di dalam banyak dalil di antaranya dalam ayat:

من كان عدوا لله وملائكته ورسله وجبريل وميكال فإن الله عدو للكافرين

“Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, para rasul-Nya, Jibril dan Mikal maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang yang kafir.” [26]

Jibril juga disebut dengan Ruuhul Amin atau Ar-Ruuh, sebagamana dalam ayat-ayat berikut:

نزل به الروح الأمين على قلبك لتكون من المنذرين

“Yang dibawa turun oleh Ar-Ruuhul Amiin (Jibril), ke dalam hatimu agar Engkau termasuk orang-orang yang memberi peringatan.” [27]

تنزل الملائكة والروح فيها بإذن ربهم

“Turunlah para malaikat dan Ar-Ruuh (Jibril) pada malam itu dengan izin Rabb mereka.” [28]

فأرسلنا إليها روحنا

“Maka kami utus kepadanya (Maryam) Ruuh Kami (malaikat Jibril).” [29]

Israfil

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim tentang doa iftitah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat malam:

اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Dzat yang mengetahui yang ghaib maupun yang nampak. Engkaulah yang memutuskan perselisihan di antara hamba-Mu. Tunjukkanlah bagiku kebenaran dalam perselisihan mereka atas seizin-Mu. Sesungguhnya Engkau berkenan menunjukkan siapa pun yang Kau kehendaki pada jalan yang lurus” [30]

Malik

Malaikat penjaga neraka, di dalam Al-Qur’an disebutkan:

ونادوا يا مالك ليقض علينا ربك

“Mereka (penduduk neraka) berseru : Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” [31]

Mungkar dan Nakir

Sebagaimana dalam redaksi hadits yang cukup panjang tentang datangnya dua malaikat yang akan bertanya kepada setiap manusia yang meninggal dunia di kuburnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ فَيَقُولانِ

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Apabila mayat telah dikuburkan (atau beliau mengatakan Apabila salah seorang di antara kalian dikuburkan) maka ia akan didatangi oleh dua mala’ikat berwarna hitam, berwarna biru, salah seorang dari malaikat itu dinamakan Mungkar dan satu lagi dinamakan Nakir…” [32]

Harut dan Marut

Sebagaimana dalam ayat ini:

وما أنزل على الملكين ببابل هاروت وماروت

“Apa-apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat (yaitu) Harut dan Marut di negeri Babil.” [33]

Dan nama malaikat lainnya

Disebutkan pada beberapa kitab nama salah seorang malaikat yaitu Ridhwan sebagai malaikat penjaga surga. Ibnu Katsir berkata: “Malaikat penjaga surga bernama Ridhwan, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits secara gamblang dan jelas.” [34]. Adapun yang disebutkan dalam beberapa kitab tentang nama malaikat pencabut nyawa yang disebut namanya dengan Izra’il maka tidak ada riwayat maupun ayat Al-Quran yang menyebutkan demikian jadi cukup disebut dengan nama Malakul Maut [35]. Adapun penamaan malaikat dengan Raqib dan Atid berdalil dengan firman Allah dalam Al-Quran:

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Ingatlah ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang satunya di sebelah kiri. Dan tidaklah ia mengucap satu kata, melainkan ada di sisinya malaikat yang mengawasi dan selalu hadir (mencatat).” [36]

Maka yang benar bahwa.”Raqib dan Atid” bukan nama malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan manusia, namun “Raqib dan Atid” adalah sifat malaikat tersebut, di mana “raqib” artinya yang selalu mengawasi dan “Atid” artinya yang selalu hadir dan siap mencatat. [37]

Tugas-tugas Malaikat

Menyampaikan wahyu

Di antara para malaikat ada yang ditugaskan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepada utusan-utusan-Nya yaitu ar-Ruh al-Amiin malaikat Jibril, sebagaimana firman Allah :

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الأَمِينُ عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنْ الْمُنذِرِينَ

“Dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amiin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) agar Engkau menjadi salah seorang di antara pemberi-pemberi peringatan.” [38]

Mengatur hujan

Di antara para malaikat ada yang bertugas mengatur hujan yang diturunkan kepada manusia yaitu malaikat yang bernama Mikail

عن ابن عبَّاس – رضي الله عنه – قال: أقبلت يهود إلى رسول الله – صلَّى الله عليْه وسلَّم – فقالوا: يا أبا القاسم، إنَّا نسألك عن خمسة أشياء، فإنْ أنبأْتَنا بهنَّ عرفنا أنَّك نبيّ واتَّبعناك، وفي آخر الحديث قالوا: إنَّه ليْس من نبيّ إلاَّ له ملَك يأتيه بالخبر، فأخبرنا من صاحبك؟ قال: [39] قالوا: جبريل! ذاك الَّذي ينزل بالحرب والقِتال والعذاب عدوُّنا، لو قلتَ: ميكائيل الَّذي ينزل بالرَّحمة والنَّبات والقطر، لكان، فأنزل الله – عزَّ وجلَّ -: مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata : Sekelompok orang Yahudi datang kepada Rasululloh sallallahu alaihi wasallam, lalu mereka berkata : Wahai Abul Qasim, kami mau bertanya kepadamu tentang 5 perkara, jika Engkau memberitahu kami jawabannya maka kami mengakui bahwa Engkau adalah nabi dan kami akan mengikutimu… (dalam bagian akhir hadits disebutkan): Mereka (orang Yahudi  itu) berkata : “Tidaklah seorang nabi diutus melainkan ada mala’ikat yang ditugaskan membawakan wahyu kepadanya, maka beritahu kami siapa malaikat yang diutus kepadamu itu? Rasulullah menjawab : Jibril alaihis salam, mereka lantas berkata : “Jibri! itulah malaikat yang datang membawa peperangan dan siksa yang merupakan musuh kami, seandainya Engkau berkata malaikat itu adalah Mikail yang turun membawa rahmat, mengatur tumbuhan dan hujan maka kami akan mengikutimu.” Maka Allahpun menurunkan firmannya: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah…”” [40]

Meniup sangkakala

Di antara malaikat, ada yang bertugas meniup sangkakala, sebagaimana firman Allah:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah, kemudian ditiupkan sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusan masing-masing).” [41]

Mencabut nyawa

Ada malaikat yang bertugas mencabut nyawa makhluk yang disebut dengan malakul maut, sebagaimana firman Allah:

قل يتوفاكم ملك الموت الذي وكل بكم ثم إلى ربكم ترجعون

Katakanlah malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” [42]

Menjaga manusia

Di antara malaikat ada yang ditugaskan menjaga setiap hamba di setiap keadaannya, saat tidur atau jaga, saat bepergian atau mukim, disebutkan dalam ayat di bawah ini:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya dengan perintah Allah.” [43]

Mencatat amal

Begitu juga ada malaikat yang ditugaskan untuk menuliskan amal baik dan buruk setiap hamba sepanjang hidupnya, Allah berfirman:

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِين

“Padahal sesungguhnya bagi kalian itu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (perbuatan kalian), Malaikat yang mulia dan mencatat (amal perbuatan kalian).” [44]

Dalam ayat yang lain:

إذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنْ الْيَمِينِ وَعَنْ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيد

“Ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu perkataanpun melainkan didekatnya ada malaikat yang selalu mengawasi dan selalu hadir.” [36]

Bertugas di alam kubur

Ada malaikat yang ditugaskan untuk mendatangi setiap manusia yang mati dan menanyakan kepadanya pertanyaan-pertanyaan yang disebut dengan malaikat mungkar dan nakir, dalilnya sudah disebutkan pada bahasan sebelumnya.

Menjaga pintu surga

Ada juga malaikat yang ditugaskan menjaga pintu surga, Allah berfirman:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke surga dengan berkelompok-lompok, hingga ketika mereka mendatangi surga itu sedang pintunya sudah terbuka dan penjaga-penjaga surga itupun berkata kepada mereka “Keselmatan atas kalian, bahagialah kalian dan masukilah surga ini sedang kalian kekal di dalamnya.” [45]

Menjaga neraka

Ada malaikat penjaga neraka yang disebut dengan Zabaniyah, pembesar dan pemimpin mereka ada 19 Malaikat yang diantara mereka adalah malaikat Malik, Allah ta’ala berfirman:

فليدع ناديه سندع الزبانية

“Maka biarlah dia memanggil golongannya (guna menolongnya), kami akan memanggil Zabaniyyah.” [46]

Dalam ayat yang lain:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ(27) لا تُبْقِي وَلا تَذَرُ(28) لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ(29)عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

“Tahukah kamu apa Saqar itu? Ia tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, pembakar kulit manusia, di atasnya ada 19 (malaikat penjaga).” [47]

Memikul Arsy

Ada juga malaikat yang ditugaskan memikul Arsynya Allah subhanahu wa ta’ala:

الذين يحملون العرش ومن حوله يسبحون بحمد ربهم ويؤمنون به ويستغفرون للذين آمنوا

“Malaikat- malaikat yang membawa Arasy dan yang berada di sekeliling mereka, mereka bertasbih memuji Rabb mereka dan mereka beriman kepada-Nya serta meminta ampunan untuk orang-orang yang beriman.” [48]

Dan telah kami sebutkan pula hadits tentang Malaikat pembawa Arsy pada bahasan terdahulu.

Meniupkan ruh kepada janin

Malaikat yang ditugaskan meniupkan ruh bagi janin yang masih berada di rahim ibunya, sebagaimana dalam hadits Ibnu Mas’ud yang panjang :

 ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ

“Kemudian diutuslah seorang Malaikat untuk meniupkan ruh kepada janin itu dan malaikat itu diperintah untuk menuliskan empat perkara : menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya dan menuliskan apakah ia termasuk orang yang bahagia atau celaka…” [49]

Mencari majelis dzikir

Ada juga malaikat yang bertugas untuk keliling ke penjuru dunia mencari majelis dzikir untuk mengingat Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ مَلائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ

“Sesungguhnya Allah -ta’ala- memliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari ahluz dzikri, apabila malaikat-malaikat itu menemukan sekelompok kaum yang berdzkir kepada Allah, mereka saling memanggil mengatakan : “Marilah menuju apa yang kalian cari…” [50]

Dan malaikat-malaikat lain dengan tugas lainnya.

Wallahu a’lam.

Kemampuan Malaikat Menampakkan Diri dalam Bentuk Manusia

Allah subhanahu wa ta’ala memberikan para malaikat kemampuan luar biasa dengan kemampuannya untuk menampakkan diri dalam berbagai bentuk termasuk dalam bentuk manusia:

Dalam kisah Maryam

Allah subhanahu wa ta’ala mengirim malaikat Jibril kepada Maryam Ibunda Nabi Isa alihissalam dalam bentuk manusia, Allah berfirman:

فأرسلنا إليها روحنا فتمثل لها بشر سويا

“Lalu kami mengutus ruh Kami (Malaikat Jibril) lalu dia menjelma dalam bentuk manusia sempurna.” [29]

Dalam kisah Nabi Luth

Malaikat pernah mendatangi nabi Ibrahim dan nabi Luth dalam bentuk manusia yang tampan.

Saat bertemu Rasulullah

Malaikat Jibril pernah bahkan sering mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam jelmaan manusia yaitu dalam bentuk Dihyah Al-Kalbi (salah seorang sahabat yang memilik paras yang tampan), dalam jelmaan seorang arab badui dan pernah juga mendatangi Nabi dan sahabat dalam bentuk seorang manusia sebagaimana dalam hadits Umar bin Khattab yang terkenal saat Jibril menanyakan tentang Islam, Iman, dan Ihsan. [51]

Tempat Malaikat

Malaikat berada di langit, sebagaimana firman Alah subhanahu wa ta’ala dalam al-Quran:

تكاد السماوات يتفطرن من فوقهن والملائكة يسبحون بحمد ربهم

“Hampir saja langit itu terpecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya.” [52]

Allah subhanahu wa ta’ala juga menyebutkan bahwa mereka (para malaikat) itu berada di sisi-Nya, sebagaimana dalam Al-Qur’an:

فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ

“Jika mereka sombong maka mereka yang berada di sisi Rabbmu (para malaikat) bertasbih untuk-Nya pada malam dan siang hari dan mereka tidak bosan.” [21]

Dan para malaikat itu terkadang turun ke bumi jika diperintah oleh Allah untuk melaksanakan tugas yang dibebankan oleh Allah kepaa mereka, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وما نتنزل إلا بأمر ربك

“Dan tidaklah kami (malaikat) turun melainkan atas perintah Tuhanmu.” [53]

Dan pada keadaan dan waktu-waktu tertentu malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak seperti saat lailatul qadr, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Lailatul qadr itu lebih baik dari seribu bulan, para malaikat dan malaikat Jibril pada malam itu turun (ke bumi) dengan izin Rabb mereka untuk mengatur semua urusan.” [54]

Kecepatan Malaikat

Kecepatan paling dahsyat yang diketahui manusia adalah 186 ribu mil per detik yaitu kecepatan cahaya. Adapun kecepatan malaikat jauh melebihi kecepatan cahaya tersebut, kecepatan yang tak bisa diukur dengan ukuran keccepatan yang dipakai manusia, kerap kali penanya datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan sesuatu kepada beliau, lalu dalam waktu yang begitu singkat malaikat Jibril datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa jawaban dari Allah ‘azza wa jalla, di zaman ini walaupun sudah ditemukan berbagai teknologi canggih dengan dibuatnya berbagai macam pesawat luar angkasa, namun untuk mencapai planet atau benda luar angkasa tertentu membutuhkan sekian milyar tahun kecepatan cahaya untuk mencapainya. [55]

Ibadahnya Malaikat

Malaikat merupakan makhluk Allah yang juga diberi beban (mukallaf), namun taklif mereka tidak sama persis seperti manusia, karena para Malaikat sama sekali jauh dari maksiat kepada Allah, mereka tidak memiliki hawa nafsu dan syahwat sebagaimana manusia, beribadah dan taat kepada Allah merupakan tabiat yang tak terpisahkan dari diri-diri mereka, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون مايؤمرن

“(Malaikat itu) tidak durhaka terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan.” [10]

Berikut beberapa ibadah yang dilakukan malaikat sebagaimana dikabarkan di dalam Al-Quran maupun As-Sunnah:

Bertasbih

Malaikat juga berzikir kepada Allah sebagaimana manusia, zikir yang mereka lakukan di antaranya adalah bertasbih, bertasbih ini dilakukan oleh malaikat secara umum sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

والملائكة يسبحون بحمد ربهم

“Dan malaikat itu bertasbih dengan memuji Rabb mereka.” [56]

Sebagimana ibadah ini (berdzikir dan bertasbih) dilakukan oleh para malaikat pemikul Arsy sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

الذين يحملون العرش ومن حوله يسبحون بحمد ربهم

“Malaikat-malaikat yang memikul arasy dan malaikat yang berada di sekitarnya bertasbih memuji Rabb mereka.” [57]

Mereka bertasbih terus menerus tak ada lelah dan bosan mereka bertasbih malam dan siang hari, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يسبحون الليل والنهار لا يفترون

“Mereka bertasbih malam dan siang hari tidak merasa bosan.” [58]

Shalat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh ummatnya untuk mencontoh para malaikat yang begitu bagus dalam bershaff ketika mereka shalat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا  فَقيل : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا ؟ قَالَ : يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْأُوَلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ

“Tidakkah kalian bershaff sebagaimana bershaffnya malaikat di sisi Rabb mereka?” Lalu dikatakan: Wahai Rasulullah! Bagaimana para malaikat bershaff di sisi Rabb mereka? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka menyempurnakan shaf pertama dan merapatkan shaff mereka.” [59]

Para malaikat juga sujud dan rukuk kepada Allah, sebagaimana dalam sebuah hadits bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah para sahabat beliau lantas beliau bersabda:

أتسمعون ماأسمع؟ قالوا : ما نسمع شيئا. إني لأسمع أطيط السماء وما تلام أن تئط وما فيها موضع شبر إلا وعليه ملك ساجد أو قائم

“Apakah kalian mendengar apa yang aku dengar? Para sahabatmenjawab: “Kami tidak mendengar apa-apa.” Sungguh aku mendengar rintihan langit, dan tak tercela jika langit itu merintih, dan tidak ada tempat dengan jarak sejengkal di langit itu melainkan di situ ada malaikat yang sedang sujud atau berdiri (untuk beribadah kepada Allah).” [60]

Haji

Malaikat memiliki ka’bah di langit sebagaimana manusia memiliki ka’bah di bumi, ka’bah yang berada di langit inilah yang disebut dengan Al-Baitul Ma’mur, Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dengannya dalam Al-Qur’an:

والبيت المعمور

“Demi Baitul Ma’mur.” [61]

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan tentang ayat ini : “Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tatkala melakukan Isra’ dan beliau sampai di langit yang ketujuh: “Maka diperlihatkanlah kepada saya Baitul Ma’mur, lantas saya bertanya kepada Jibril, lalu dia (Jibril) berkata: “Inilah Baitul Ma’mur, padanya setiap hari terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang menunaikan shalat. Jika mereka itu telah keluar (selesai shalat), mereka itu takkan pernah kembali ke situ.”  Mereka beribadah kepada Allah di sana (Baitul Ma’mur), mereka melakukan thawaf di sana sebagaimana penduduk bumi melakukan thawaf di kab’bah mereka, Baitul Ma’mur ini adalah ka’bahnya penduduk langit ketujuh, oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemukan Nabi Ibrahim sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’mur di langit ketujuh, karena Ibrahim adalah orang yang membangun ka’bah yang ada di bumi, (hal ini) karena balasan sesuai dengan perbuatan.”

Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa berada sejajar atau di arah ka’bah yang berada di bumi, seandainya Baitul Ma’mur terjatuh ke bumi maka ia akan jatuh persisi di ka’bah, beliau juga menyebutkan bahwa di setiap langit ada tempat ibadah yang dipakai oleh penduduknya untuk beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla dan melakukan shalat, tempat ibadah yang berada di langit paling bawah (langit dunia) di sebut dengan Baitul Izzah. [62]

Apa yang disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah di atas diriwayatkan dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seseorang berkata kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu: “Apakah yang dimaksud dengan Baitul Makmur itu? Ali bin Abi Thalib menjawab:”Tempat ibadah di langit yang juga disebut dengan Ad-Durah, ia berada persisi searah dengan ka’bah, kedudukannya di langit seperti kedudukan ka’bah yang berada di bumi, setiap hari ada 70 ribu malaikat yang masuk untuk shalat di sana dan mereka tidak kembali lagi.” Syaikh Al-Albani mengomentari riwayat dari Ali bin Abi Thalib ini seraya mengatakan: “Seluruh perawinya adalah tsiqah kecuali Khalid bin Ur’urah maka dia adalah mastur (tertutup tidak diketahui keadaannya), kemudian Syaikh Al-Albani menyebutkan bahwa riwayat Ali radhiyallahu ‘anhu ini mempunyai syahid (penguat) walaupun mursal namun shahih dari riwayat tabiin bernama Qatadah dia berkata: “Disebutkan kepada kami bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari bersabda kepada para sahabat: “Tahukah kalian apa Baitul Makmur itu?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda: “Baitul Makmur itu adalah masjid yang berada di langit, di bawahnya adalah ka’bah, seandainya Baitul Makmur itu jatuh, maka ia akan jatuh ke ka’bah.”

Syaikh Al-Albani lantas mengatakan: “Kesimpulannya bahwa tambahan redaksi yang menyebutkan “Baitul Makmur itu searah dengan ka’bah” adalah tambahan yang shahih melihat jalan sanadnya yang banyak.” [63]

Amalan-amalan yang Pelakunya Didoakan Malaikat

Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa para malaikat bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إن الله وملائكته يصلون على النبي

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi.” [64]

Selain bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, malaikat juga bershalawat untuk kaum mukminin juga, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

هو الذي يصلي عليكم وملائكته ليخرجكم من الظلمات إلى النور

“Dialah (Allah) yang bershalawat (memberi rahmat dan memuji) kepada kalian dan juga malaikat-Nya brdoa dan meminta ampunan untuk kalian agar Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan menuju cahaya.” [65]

Shalawatnya Allah maksudnya adalah pujian dan sanjungan-Nya di hadapan malaikat dan juga rahmat-Nya, sedangkan shalawat malaikat kepada makhluk maksudnya adalah do’a kebaikan dan perimintaan ampunan untuk hamba atau makhluk itu. [66]

Berikut adalah beberapa amal ibadah yang pelakunya mendapat shalawat dari para malaikat sebagaimana disebutkan dalam dalil-dalil yang shahih.

Mengajarkan Kebaikan kepada Orang Lain

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله وملائكته وأهل السموات والأرضين حتى النملة في جحرها وحتى الحوت ليصلون على معلم الناس الخير

“Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya dan penduduk langit dan bumi hingga semut-semut di lubangnya, sampai ikan-ikan bershalawat untuk orang yang mengajarkan kebaikan untuk manusia.” [67]

Orang yang Shalat di Shaf Pertama

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 إن الله وملائكته يصلون على الصف الأول

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk (orang yang berada di) shaf pertama.” [68]

إن الله وملائكته يصلون على الصف المقدم

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk shaf terdepan.” [69]

Orang yang Shalat di Shaf Kanan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله وملائكته يصلون على ميامن الصفوف

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang bershaf di shaf sebelah kanan.” [70]

Orang yang Berdiam di Tempat Shalatnya (di masjid) Setelah Shalat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

المَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ، مَا لَمْ يُحْدِثْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، لاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا دَامَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ، لاَ يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا الصَّلاَةُ

“Malaikat bershalawat atas salah seorang di antara kalian selama dia berada di tempat shalatnya selama dia tidak berhadats, malaikat berdoa: “Ya Allah ampuni dosanya, Ya Allah rahmatilah dia.” Seseorang itu terhitung dalam shalat selama menunggu shalat berikutnya yang membuat dia tertahan (di masjid), tak ada yang menghalanginya untuk pulang ke keluarganya kecuali shalat berikutnya.” [71]

Orang yang Mengisi Celah/Ruang Kosong dalam Shaf

Dalam hadits yang shahih Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله وملائكته يصلون على الذين يصلون الصفوف ومن سد فرجة رفعه الله بها درجة

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk mereka yang menyambung shaf. Dan barangsiapa yang mengisi tempat kosong di shaf maka dengannya Allah akan mengangkat derajatnya.” [72]

Orang yang Makan Sahur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إن الله وملائكته يصلون على المتسحرين

“Sungguh Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk orang yang makan sahur.” [73]

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

السحور كله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله عز وجل وملائكته يصلون على المتسحرين

“Makan sahur itu semuanya adalah barakah, maka janganlah kalian tinggalkan walau hanya dengan meneguk segelas air, karena sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla dan malaikat-Nya bershalawat untuk orang yang makan sahur.” [74]

Menjenguk Orang yang Sakit

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما من مسلم يعود مسلما إلا يبعث الله إليه سبعين ألف ملك يصلون عليه في أي ساعات النهار حتى يمسي وفي أي ساعات الليل حتى يصبح

“Tidaklah seorang muslim menjenguk seorang muslim yang sakit melainkan Allah akan mengutus 70 ribu malaikat untuk bershalawat baginya, di sepanjang siang sampai sore dan di waktu malam hingga subuh.” [75]

Orang yang Bershalawat kepada Nabi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang shahih:

ما من عبد يصلي عليّ إلا صلت عليه الملائكة مادام يصلي عليّ فليقل العبد من ذلك أو ليكثر

“Tidaklah seorang hamba bershalawat kepadaku melainkan malaikat akan bershalawat untuknya selama dia bershalawat untuk saya, maka hendaknya seorang hamba mengucap shalawat itu kepadaku dan hendaknya dia memperbanyak shalawat kepadaku.” [76]

Dampak Positif Beriman Kepada Malaikat

  • Mengetahui keagungan dan kebesaran Allah, kekuatan dan kekuasaan-Nya, karena kebesaran makhluk menunjukkan kebesaran dan keagungan Khalik ‘azza wa jalla.
  • Mendorong hamba untuk bersyukur kepada Allah ‘azza wa jalla atas penjagaan-Nya kepada manusia, karena Allah telah menugaskan malaikat yang diperintahkan untuk menjaga manusia, mencatat amal perbuatan mereka dan lain sebagainya dari hal-hal yang merupakan maslahat manusia.
  • Mendorong manusia untuk mencintai para Malaikat yang senantiasa beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. [77]

 Referensi

  1. Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah, Ibnu Utsaimin, 1/54.
  2. Mu’jam Maqayiis Al-Lughah, 1/132.
  3. Al-Muhith fi Al-Lughah, 6/275.
  4. Al-Misbah Al-Munir, 1/23.
  5. Al-Qamuus Al-Muhith, 3/432-433.
  6. Tafsir At-Thabari, 1/261.
  7. A’lam As-Sunnah Al-Mansyurah, Hafidz al-Hakami, cet-Maktab Ta’awuni lid Da’wah wal Irsyad Riyadh, hlm.42.
  8. Aalamul Malaikah Al-Abrar, Umar Sulaiman al-Asyqar, hlm.13-14.
  9. HR. Muslim no.2996
  10. QS. At-Tahrim : 6
  11. HR. Abu Dawud no. 4727, dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 9353.
  12. HR. Muslim no. 177
  13. QS. Fatir : 1
  14. QS. An-Najm : 5-6
  15. Tafsir Al-Quran Al-Azhim, Abul Fida’ Al-Hafidz Ibnu Katsir, 4/226.
  16. Taisiir al-Kariim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di, hlm.818.
  17. QS. Yusuf : 31
  18. QS. Adz-Dzariat : 26-28
  19. QS. Hud : 70
  20. QS. Al-Anbiya’ : 20
  21. QS. Fussilat : 38
  22. HR. Al-Bukhari no. 3207 dan Muslim no.162
  23. QS. Al-Muddatssir : 31
  24. HR. Muslim no. 2842
  25. HR. Al-Bukhari no. 3992
  26. QS. Al-Baqarah : 98
  27. QS. As-Syu’ara : 193-194
  28. QS. Al-Qadr : 4
  29. QS. Maryam : 17
  30. HR. Muslim no. 270
  31. QS. Az-Zukhruf : 77
  32. Shahih Al-Jami’ As-Shaghir, Syaikh al-Albani, no.724
  33. QS. Al-Baqarah : 120
  34. Al-Bidayah wa An-Nihayah, Ibnu Katsir, 1/53
  35. Al-Bidayah wa An-Nihayah, Ibnu Katsir : 1/50
  36. QS. Qaf : 17-18
  37. Alamul Mala’ikah Al-Abrar, DR. Umar Sulaiman Al-Asyqar, hlm. 18.
  38. QS. Az-Zukhruf : 193-194
  39. جبريلُ – عليه السَّلام
  40. HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Shahihah no.1872.
  41. QS. az-Zumar: 68
  42. QS. As-Sajdah: 11
  43. QS. Ar-Ra’d : 11
  44. QS. Al-Infithar : 10-11
  45. QS. Az-Zumar : 73
  46. QS. Al-Alaq: 17-18
  47. QS. Al-Muddatstsir : 27-30
  48. QS. Al-Mukmin : 7
  49. HR. Al-Bukhari no. 3208 dan Muslim no. 2643
  50. HR. Al-Bukhari no. 6408
  51. HR. Muslim no. 8
  52. QS.Asy-Syura : 5
  53. QS. Maryam: 64
  54. QS. Al-Qadr : 3-4
  55. Alam Al-Malaikah Al-Abrar, Umar Sulaiman Al-Asyqar, hlm.22
  56. QS. Asy-Syura: 5
  57. QS. Ghafir : 7
  58. QS. Al-Anbiya : 20
  59. HR. Muslim no. 430
  60. Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 852
  61. QS. At-Thur : 4
  62. Tafsir Al-Quran Al-Azhiim, Ibnu Katsir, 4/218.
  63. Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah : 1/236.
  64. QS. Al-Ahzab : 56
  65. QS. Al-Ahzab : 43
  66. Shahih Bukhari : 8/532 (Shahih Bukhari disertai Fathul Bari), lihat juga Tafsir Ibn Katsir dalam menafsirkan QS.al-Ahzab: 56.
  67. HR. At-Tirmidzi, At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabiir dan dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ As-Shagiir, 2/133.
  68. Shahih Al-Jami’ : 2/133
  69. Shahih Al-Jami’ : 2/134
  70. Al-Misykaat : 1/241, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani
  71. HR. Al-Bukhari no. 659
  72. Shahih al-Jami’ : 2/135
  73. Shahih At-Targhib wa At-Tarhib : 1/257.
  74. Shahih At-Targhib wa At-Tarhib : 1/258.
  75. Shahih At-Targhib wa At-Tarhib : 3/197.
  76. Shahih Al-Jami’ : 5/174
  77. Majmu’ Fatawa Ibn Utsaimin, 6/89.