Mukjizat

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدِ اُعْطِيَ مِنَ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ

“Tidak ada seorang nabi pun melainkan akan diberi tanda kenabian (mukjizat).  Sebuah tanda yang biasanya dapat membuat orang-orang beriman kepadanya” [1]

Pengertian

Mukjizat (اَلْمُعْجِزَة) merupakan isim fa’il dari (أَعْجَزَ). Secara bahasa mukjizat (اَلْمُعْجِزَة) bermakna : suatu hal luar biasa yang dapat melemahkan lawan ketika ada perlawanan.

Adapun secara istilah, mukjizat (اَلْمُعْجِزَة) bermakna : Suatu kejadian luar biasa diluar kemampuan orang-orang pada umumnya, yang Allah berikan untuk orang-orang yang Ia pilih sebagai nabi, dengan tujuan untuk menunjukan bahwa ia benar-benar utusan Allah.

Sebab Dinamakan Mukjizat

Kejadian luar biasa ini dinamakan mukjizat karena makhluk-makhluk ciptaan Allah tidak akan mampu untuk mendatangkan hal yang semisalnya, atau mendatangnya yang hampir menyamainya, serta tidak ada yang mampu melawannya.

Dan dalam bahasa arab semua kelemahan ini mengarah kepada makna asal kata mukjizat.

Nama-Nama Lain

Nama lain dari mukjizat adalah

  1. Al-Bayyinah (البينة)
  2. Al-Burhan (البرهان)
  3. Ayat An-Nubuwwah )ayat-ayat kenabian)
  4. Khariqul Adah (الخارق للعادة) kejadian luar biasa
  5. Dll

Fungsi Mukjizat

Mukjizat yang Allah berikan kepada para nabi-Nya memiliki fungsi, yaitu untuk menunjukan benarnya kenabian dan kerasulan yang dibawanya.

Dalil-Dalil Al-Qur’an

Allah ta’ala berfirman :

وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah.[2]

Allah ta’ala berfirman :

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ

Sungguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata[3]

Allah ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ

 “sungguh telah kami berikan kepada musa 9 mukjizat[4]

Dan masih banyak lagi.

Dalil Mukjizat dari Hadits

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدِ اُعْطِيَ مِنَ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ

“Tidak ada seorang nabi pun melainkan akan diberi tanda kenabian (mukjizat).  Sebuah tanda yang biasanya dapat membuat orang-orang beriman kepadanya” [1]

 

Referensi

  1. HR. Al-Bukhari no. 4981 dan Muslim no. 152
  2. QS. Ar-Ra’d : 38 dan QS. Ghafir : 78
  3. QS. Al-Hadid : 25
  4. QS. Al-Isra : 101

Tinggalkan komentar