Rahimahullah

Ucapan rahimahullah (رحمه الله) merupakan doa untuk seorang muslim baik yang telah meninggal maupun yang masih hidup. Rahimahullah dalam bahasa Arab termasuk khabar namun bermakna doa, yaitu ‘semoga Allah memberikan rahmat kepadanya’. Ucapan rahimahullah terdiri atas tiga kata:

[1] Rahima (رحم) merupakan Fi’il Ma’lum (kata kerja aktif) yang bermakna memberikan rahmat. Fi’il ma’lum memerlukan fa’il sebagai pelaku.

[2] Dhamir hu (ه) merupakan isim dhamir ketika manshub. Dhamir hu berposisi sebagai Maf’ul Bih (obyek). Dhamir hu bermakna dia untuk orang ketiga laki-laki dan bisa diganti dengan dhamir yang lain, semisal dhamir haa untuk orang ketiga perempuan, dhamir ka untuk orang kedua laki-laki, dhamir ki untuk orang kedua perempuan, dan lainnya.

[3] Allah (الله) merupakan lafadz Jalalah yang berposisi sebagai Fa’il. Diantara nama Allah ‘azza wa jalla adalah Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang).

Dalil Ucapan Rahimahullah

Rahimahullah untuk yang masih hidup

Terdapat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memuat doa rahimahullah untuk orang yang masih hidup,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ : سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَقْرَأُ فِي الْمَسْجِدِ، فَقَالَ : رَحِمَهُ اللَّهُ، لَقَدْ أَذْكَرَنِي كَذَا وَكَذَا آيَةً أَسْقَطْتُهُنَّ مِنْ سُورَةِ كَذَا وَكَذَا

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki membaca (Al Quran) di dalam Masjid, kemudian beliau bersabda: “Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya, dia telah mengingatkan aku tentang ayat demikian dan demikian dari surat demikian dan demikian”.” [1]

terdapat juga di dalam Shahih Al-Bukhari (1727) dan Muslim (1301) dari hadis Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللهُ الْمُحَلِّقِيْنَ

Semoga Allah merahmati orang-orang yang menggundul rambutnya (saat bertahallul waktu haji atau umrah). [2]

Rahimahullah untuk yang telah meninggal

Ucapan rahimahullah juga merupakan doa untuk orang yang sudah meninggal. Ucapan rahimahullah cukup banyak didapati pada ungkapan para salaf, seperti ucapan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika wafatnya ‘Umar bin Khathtab radhiyallahu ‘anhu,

رَحِمَ اللَّهُ عُمَرَ، وَاللَّهِ مَا حَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ لَيُعَذِّبُ الْمُؤْمِنَ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ، وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللَّهَ لَيَزِيدُ الْكَافِرَ عَذَابًا بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

Semoga Allah memberikan rahmat kepada ‘Umar. Demi Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengadzab seorang mukmin yang meninggal dikarenakan tangisan keluarganya atasnya”. Namun beliau pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menambahkan adzab kepada seorang kafir yang meninggal dikarenakan tangisan keluarganya atasnya”. [3]

Baca pula

  • Radhiyallahu ‘anhu
  • Hafizhahulllah

Referensi

  1. HR. Al-Bukhari no. 2655, 5037, 5038, dan Muslim no. 788
  2. HR. Al-Bukhari no. 1727 dan Muslim no. 1301
  3. HR. Al-Bukhari no. 1288

Tinggalkan komentar