Sedekah

Sedekah merupakan diantara keindahan agama islam, yakni islam mensyariatkan kepada umat untuk berbuat baik kepada orang lain, baik dengan hal-hal yang sepele misalkan menghilangkan gangguan dari jalan, sampai hal-hal seperti menasihati atau mengajarkan ilmu. Islam juga mensyariatkan zakat dimana ia diberikan kepada orang-orang tertentu setelah terpenuhinya syarat-syaratnya, namun terdapat amalan yang lebih luas dari zakat, yaitu sedekah yang mana ia tidak membutuhkan persyaratan khusus, bisa dilakukan kapan saja dan diberikan kepada siapa saja yang membutuhkannya, adapun tentang pahala maka semua amalan pasti ada balasannya, dan Allah dapat melipatgandakan sesuai kehendaknya.

Definisi Sedekah

Secara bahasa

Sedekah berasal dari huruf (ص ، د ، ق) yang menunjukkan kekuatan atas sesuatu baik perkataan atau perbuatan, maka dari itu kejujuran disebut (الصِّدْق) karna kekuatannya dalam diri, dan sedekah (الصَدَقَة) diambil dari (الصِّدْق) karena menunjukkan atas kebenaran dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, dan sedekah yaitu apa yang diberikan kepada orang fakir atau miskin.

Disebutkan dalam Al-Qomuus Al-Islamy bahwa Ahmad ‘Athiyyatullah berkata: “As-Shodaqah (yang huruf awal dan keduanya fathah) yaitu: Apa yang diberikan mengharap wajah Allah tanpa rasa benci, orang yang memberi disebut Al-Mushoddiq, dan bentuk jama dari (الصَدَقَة) adalah (الصَدَقَات) ”.

Dan itu merupakan lafadz yang disebutkan dalam Al-Qur’an (baik bentuk mufrod atau jamak) sebanyak 17 kali.

Secara istilah

Sedekah adalah sesuatu yang diberikan karna mengharap pahala dari Allah sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Jurjany atau perkataan Ar-Raghib mengeluarkan harta dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Hukum Sedekah

Hukum bersedekah yaitu Mustahab atau dianjurkan bagi seorang mukmin di setiap waktu dan di setiap tempat, Allah berfirman,

Orang-orang yang menginfaqkan hartanya malam hari dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Robbnya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. ((QS. Al-Baqarah: 274.))

Keutamaan Sedekah

Allah lipatgandakan harta yang disedekahkan

Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya yang banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan. ((QS. Al-Baqarah: 245.))

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha mengetahui. ((QS. Al-Baqarah: 261.))

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. ((QS. Sabaa: 39))

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia. ((QS. Al-Hadid: 18))

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما مِن يَومٍ يُصْبِحُ العِبادُ فِيهِ إلاّ مَلَكَانِ يَنْزِلانِ، فيقُولُ أحدُهما: اللهمَّ أعْطِ مُنفِقاً خَلَفاً ، ويقولُ الآخرُ: اللهمَّ أعطِ مُمْسكًا تَلَفًا

Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dia malaikat turun kepadanya, salah satunya berkata: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak”, dan yang lainnya berkata: “Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir.” ((HR. Al-Bukhari no. 1374.)) ((HR. Muslim no. 1010.))

Bentuk perdagangan yang tidak akan rugi

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. ((QS. Fathir: 29.))

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa. ((QS. Al-Baqarah: 276.))

Utsman bin Affan ­radhiyallahu ‘anhu berkata,

تاجروا الله بالصّدقة تَربَحوا

Berdaganglah kepada Allah dengan bersedekah maka kalian akan beruntung. ((Syarh Miatu Kalimah Li Amiiril Mukminiin, Al-Bahrany, Ibnu Maitsam.))

Mendapat naungan Allah di Hari Kiamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 سَبعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ في ظِلِّهِ يَومَ لا ظِلَّ إلاّ ظِلُّهُ ؛ … ، ورجلٌ تصدّقَ أخفى ، حتّى لا تَعلَمُ شمالُهُ ما تُنفِقُ يَمينُهُ

Tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya, di hari tidak ada naungan selain naungan-Nya, …, seseorang bersedekah secara sembunyi-sembunyi, sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya , … ((HR. Al-Bukhari no. 729.)) ((HR. Muslim no. 1031.))

Sedekah tidak akan mengurangi harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما نَقَصًتْ صَدَقةٌ مِن مالٍ ، وما زاد اللهُ عبدًا بِعَفْوٍ إلاّ عزًا ، وما تواضَعَ أحدٌ للهِ إلاّ رفعَهُ الله

Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan, serta tidaklah seorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan derajatnya (di dunia dan akhirat). ((HR. Muslim no. 2588.))

Memasukkan ke dalam Surga

Umar bin Abdul Aziz pernah berkata,

الصّلاةُ تُبَلِّغُكَ نِصْف الطَّرِيقِ، و الصَومُ يبلّغك بابَ الملِك، و الصّدقَةُ تُدخلك عليه

Shalat mengantarkanmu hingga setengah perjalanan, puasa mengantarkanmu hingga pintu sang Raja, dan Sedekah memasukkanmu ke dalamnya. ((Al-Mujalasah wa Jawahir Al-‘Ilmi, Ad-Dainury.))

Menghalangi dari keburukan

Ibnu Abil Ju’di rahimahullah pernah berkata,

إنّ الصّدقةَ لتدفعَ سَبْعِينَ بابًا مِن السُّوءِ

Sesungguhnya sedekah akan menghalangi tujuh puluh pintu dari keburukan. ((Hiltatul Kuromaa wa Bahjatul Nudama, Al-Maliky, Ibnu Abi Al ‘iid.))

Setara dengan gunung di dunia

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ما أعرف حَبّةً تزن جبال الدُّنيا إلا من الصّدقةِ

Aku tidaklah mengetahui satu biji yang seimbang dengan sebuah gunung di dunia kecuali satu biji yang disedekahkan. ((Rabii’ul Abrar, Az-Zamakhsyari.))

Harta yang paling bermanfaat adalah yang disedekahkan

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata,

نِعمَ الرَّفيقِ الدّينار و الدِّرهم ؛ لا ينفعانِكَ حتّى يُفارقاكَ

Sebaik-baik pendamping adalah dinar (mata uang emas) dan dirham (mata uang perak), keduanya tidaklah bermanfaat hingga keduanya terpisah darimu. ((Ad-Durar Al Aali min Aqwali Al-Hasan Al-Bashri, As Sya’ban, Aiman.))

Pranala luar

Referensi