Sumayyah binti khoyyath

Biografi Sumayyah

Sumayyah binti khoyyath radiyallahu’anha adalah salah seorang sahabiat angkatan pertama islam yang iman telah masuk kedalam hati mereka, wanita pertama yang memperlihatkan keislamannya, orang ketujuh dalam islam dan dia adalah seorang wanita yang syahidah pertama dalam islam dan wafat pada tahun 615 M.

Keluarga Sumayyah

Suaminya adalah Yasir Bin Amir yang datang ke Makkah bersama dua saudaranya, Al Harits dan Malik, dari Yaman untuk mencari saudara mereka. Dua saudaranya memutuskan pulang ke Yaman, sementara Yasir memilih menetap di makkah. Dia bersekutu dengan Abu Hudzaifah Bin Al-Mughirah Bin Abdullah Bin Umar Bin Makhzum, dan Sumayyah adalah hamba sahaya milik Abu Hudzaifah ini. Abu Hudzaifah menikahkan Sumayyah dengan Yasir Bin Amir dan melahirkan Ammar Bin Yasir radiyallahu‘anhu, lalu Abu Hudzaifah memerdekakannya. Kemudian Abu Hudzaifah meninggal dunia, manakala islam datang, Ammar dan kedua orang tuanya dan saudaranya, Abdullah masuk islam, dan sesudah Yasir meniggal, Sumayyah menikah dengan Yasir Al Azraq Ar Rumi, budak Al Harits Bin Kaladah Ats Tsaqafi, dia adalah sahabat, dia adalah bapak Salamah Bin Al Azraq.

Siksaan Kaum Musyrikin Kepada Keluarga Sumayyah

Sumayyah radiyallahu’anha termasuk kedalam keluarga yang dipakaikan baju besi dibawah terik matahari oleh kaum musyrikin. Perjalanan siksa mulai menerpa Sumayyah, suami, dan anaknya, kaum musyrikin membawa mereka kepadang pasir saat matahari mulai panas, mereka ingin keluarga ini murtad dari islam, akan tetapi keluarga yang sabar ini semakin bertambah teguh iman dan islamnya, hingga Yasir radiyallahu‘anhu meniggal dunia dibawah tekanan siksa. Dan sesudahnya keluarga Yasir meneruskan perjalanan dengan keteguhan dan kesabaran.

Mati Syahidnya Sumayyah

Sumayyah memikul beban berat siksaan bersabar dibawah tekanan Abu Jahal dengan kesabaran seorang pahlawan. Tekadnya tidak melemah dan imannya tidak kendur. Laki-laki busuk ini menyiksa Sumayyah dengan berbagai cara, sebagaimana dia juga menyakiti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berbagai cara, baik dengan mencela, maupun menghina.

Suatu sore Abu Jahal mengucapkan kata-kata kasar kepada Sumayyah, kemudian dia berkata kepada Sumayyah “kamu tidak beriman kepada Muhammad kecuali karena kamu menggandrunginya karena ketampanannya”. Sumayyah menjawab dengan jawaban yang tegas yang semakin membuat Abu Jahal murka, maka dengan kebengisan dan kekejamannya Abu Jahal menusukkan tombaknya pada kemaluan Sumayyah yang menjadikannya sebagai wanita yang syahid pertama dijalan Allah ta’ala. Ruhnya naik kepada penciptanya dalam kedaan ridho dan diridhoi, bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah ta’ala dan bahwa Muhammad adalah Rasulullullah shallallahu ‘alaihi wasallam Dengan demikian, dia adalah wanita pertama yang syahid dalam islam.

Referensi

Shifah ash-shafwah, ibnu al-jauzi, 2/60, al-ishabah, 7/712, ath-thabaqat al-kubra, 8/264 dan siyar a’lam an-nubala, 1/409