Umar bin Khattab

Umar adalah salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang utama, salah satu dari 4 Khulafaur Rasyidin selain Abu Bakar, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum, dan salah satu dari 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga.

Nama dan Nasabnya

Beliau adalah Umar bin Al-Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Riyaah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin ‘Adi bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr ((Ma’rifatus Shahabah, 1/190.)). Fihr berasal dari suku Quraisy.

Julukannya

Beliau dijuluki dengan Al-Faruq (الفروق) yang artinya Pembeda. Para ulama berbeda pendapat siapa yang pertama kali memberikan julukan tersebut, ada yang menyebutkan bahwa yang pertama memberi julukan tersebut adalah Ahli Kitab, ada pula yang menyebutkan bahwa yang pertama memberikan julukan tersebut adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada hati dan lisan Umar, dia adalah Al-Faruq, Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan melalui Umar.” ((HR. Ibnu Sa’d dalam Ath Thabaqat 3/270 dari 2 jalan, hadits ini tidak shahih.))

Sifat Fisiknya

Beliau berkulit coklat, botak di bagian tengah kepala, berperawakan tinggi, berbadan besar, berdada lebar, dan bersuara lantang. Jika marah, beliau memelintir kumis dan mendengus. Beliau kidal dan memiliki badan yang kuat. ((Dirasah Naqdiyyah fii Marwiyyat Syakshiyyah Ummar bin Al-Khattab, Abdus Salam alu Isa, 1/78.))

Istri-istrinya

  1. Zainab binti Mathghun
  2. Mulaikah binti Jarwal
  3. Ummu Hakim binti Al-Harits
  4. Atikah binti Zaid
  5. Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib
  6. Jamilah binti Ashim
  7. Qaribah binti Abi Umayyah

Anak-anaknya

Anak laki-laki

  1. Zaid al Akbar
  2. Zaid al Ashghar
  3. Ashim
  4. Abdullah
  5. Abdurrahman al Akbar
  6. Abdurrahman al Ausath
  7. Abdurrahman al Ashghar
  8. Ubaidullah
  9. Iyadh

Anak perempuan

  1. Hafshah
  2. Ruqayyah
  3. Zainab
  4. Fathimah

Keislamannya

Ibnu Mas’ud berkata, “Kami terus berada dalam kemuliaan setelah Umar masuk Islam.” ((HR. Al-Bukhari no. 3684, 3863))

Umar masuk Islam di tahun ke-9 setelah Nabi diutus setelah 40 orang laki-laki dan 11 orang wanita masuk Islam sebelumnya. ((Haqiqatun minat Taarikh, Dr Utsman Al-Khamis, 89-91.))

Kisah Keliru Mengenai Umar bin Khattab

Sebagian orang menyampaikan kisah bahwa Umar pernah duduk-duduk bersama sahabatnya, kemudian tiba-tiba beliau tertawa sedikit kemudian menangis, orang-orang pun bertanya mengapa? Maka Umar menjawab, “Dahulu di zaman jahiliyyah kami pernah membuat berhala dari kurma kemudian kami menyembahnya setelah itu memakannya, itu yang membuatku tertawa. Adapun yang menyebabkanku menangis adalah bahwa dahulu aku memiliki seorang anak wanita yang mau aku kubur, kubawa dia bersamaku akupun membuatkan lubang untuknya diapun membersihkan tanah-tanah yang menempel di janggutku, kemudian aku kuburkan dia hidup-hidup.”

Kisah ini tidak benar. Di kalangan Bani ‘Adi maupun keluarga Al-Khattab tidaklah tersebar budaya menguburkan anak wanita. Saudarinya Umar, Fatimah masih tetap hidup dalam keluarga Al-Khattab. Demikian juga, Hafshah anak perempuan tertua Umar, istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih tetap hidup padahal Hafshah lahir 5 tahun sebelum diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak dikubur hidup-hidup. Kenapa anak yang lebih kecil dikuburkan? Kenapa pula berita tersebut tidak diceritakan oleh saudara-saudarinya yang lain yang masih hidup? ((Dirasah Naqdiyyah fii Marwiyyat Syakshiyyah Ummar bin Al-Khattab, Abdus Salam alu Isa, 1/112.))

Referensi