Waktu

Pengertian 

          Waktu adalah masa yang manusia (makhluk) itu hidup di dalamnya dan dia berada di atas permukaan tanah. Sedangkan zaman adalah usia baru bagi sebuah kehidupan, medan eksistensi manusia, yang di dalamnya bernanung, kelangsungan hidup, memberi manfaat dan mengambil manfaat.

Karakteristik Waktu 

  1. Berjalan cepat seperti jalannya awan dan berlari secepat angin.
  2. Tidak mungkin mengembalikan waktu yang sudah lewat dan tidak mungkin mengulanginya.
  3. Waktu merupakan sesuatu paling berharga yang dimiliki manusia. Sebuah permisalan mengatakan bahwa waktu lebih mahal dari pada emas.

Hari itu ada lima :

  1. Hari yang telah lewat Hari yang dijanjikan
  2. Hari sekarang Hari pembalasan
  3. Hari yang akan datang

Firman Allah Ta’ala 

فسبحان الله حين تمسون و حين تصبحون 0 وله الحمد في السماوات و الأرض و عشيا و حين تظهرون

((Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur)) (QS. Ar-Rum : 17-18)

و الليل إذا عسعس 0 و الصبح إذا تنفس

(( demi malam apabila telah hamper meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing)) (QS.At-Takwir : 17-18)

إلى يوم الوقت المعلوم

(( sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan )) (QS. Al-Hijr : 38)

Sabda Rasulullah 

Dari Ibnu Abbas berkata, Nabi bersabda, “Dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena di dalamnya , yaitu kesehatan dan waktu luang. ” (HR. Al-Bukhari)

Dari Abdullah bin Mas’ud berkata, saya bertanya kepada Nabi, “Amal apa yang  lebih dicintai oleh Allah ? beliau menjawab , ‘Shalat tepat pada waktunya.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari Ibnu Abbas berkata, Nabi bersabda, “Gunakanlah lima hal sebelum datangnya lima hal : kehidupanmu sebelum kematianmu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kelapanganmu sebelum kesibukanmu, masa mudamu sebelum masa tuamu dan masa kayamu sebelum masa miskinmu” (HR. Hakim)

Penuturan Para Salaf

  1. Di antara doa Umar bin Khattab adalah : “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadamu kebaikan di sepanjang waktu dan barakah di sepanjang masa”
  2. Abdullah bin Mas’ud berkata, “Sata tidak pernah menyesali sesuatu yang lebih besar penyesalan saya daripada hari yang di dalamnya matahari tenggelam, umurku berkurang, sementara amalku di dalamnya tidak bertambah.”
  3. Umar bin Abdul Aziz berkata : “Sesungguhnya malam dan siang bekerja untukmu, maka bekerjalah untuk keduanya.”
  4. Hasan Al-Basri berkata, “Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu adalah hari, jika satu hari pergi maka sebagian darimu ikut pergi.” Beliau juga berkata, “saya mengetahui suatu kaum yang mana mereka lebih tamak dalam memanfaatkan waktu daripada ketamakanmu terhadap uang dirham dan dinar.”

Kisah-Kisah

  1. Al-Hafidz bin Rajab Al-Hambali berkata dalam biografi Ibnu Taimiyah, “Imam Ibnu Taimiyah adalah orang yang sangat gemar dalam memanfaatkan waktu. Jika masuk ke dalam kamar mandi, dia berkata kepadaku, “Bacakan buku dan keraskan suaramu hingga saya mendengar.”
  2. Di antara yang diceritakan tentang kegemaran Syamsuddin Al-Ashbahani dalam menuntut ilmu dan kesedihannya jika waktu berjalan sia-sia, sebagian sahabatnya menceritakan bahwa dia mencegah dirinya dari banyak makan agar tidak minum, yang membuatnya masuk ke kamar mandi sehingga dia akan kehilangan waktunya.

Doa 

اللهم اجعل أوّل هذا النهار صلاحا وأوسطه فلاحا و آخره نجاحا

“Ya Allah, jadikanlah permulaan siang ini suatu kebaikan, pertengahannya kemenangan dan akhirnya kesuksesan.”

Referensi

Abu Dawud, Anas Ismail, Dalilu As Saailiin (Bekal Seorang Dai), 2017. Surakarta. Penerbit Insan Kamil. Hal.744-748