Kitab Suci

Iman kepada kitab suci merupakan salah satu rukun iman yang enam. Tidak sah keimanan seseorang kecuali dengan mengimani kitab suci. Oleh karena itu, mengetahui apa saja yang harus diimani tentang kitab suci ini merupakan kewajiban setiap individu. 

Definisi Kitab Suci 

Yang dimaksud dengan kitab suci adalah kitab atau lembaran-lembaran yang mengandung kalam Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya ‘alaihimussalam. Baik yang disampaikan dalam bentuk tulisan seperti Taurat, atau yang diturunkan melalui Malaikat secara lisan lalu ditulis setelah itu seperti kitab-kitab suci lainnya. [1] 

Tujuan Diturunkannya Kitab Suci 

Kitab-kitab suci dari langit (yang turun dari sisi Allah) semuanya diturunkan untuk satu tujuan yang sama. Yaitu agar Allah diibadahi secara murni tanpa sekutu bagi-Nya. Dan agar kitab suci itu menjadi pedoman hidup manusia di muka bumi ini, yang menuntun mereka dengan petunjuk yang membawa kepada kebaikan. Demikian pula agar kitab suci ini menjadi ruh dan cahaya yang akan menghidupkan jiwa-jiwa mereka dan menerangi kegelapannya serta memberikan cahaya pada semua jalan-jalan kehidupan. [2] 

Allah ta’ala berfirman,

الر ۚ كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ * أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ ۚ إِنَّنِي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ

“Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,” [3] 

Allah juga berfirman,

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” [4] 

Nama-nama Kitab Suci 

Allah telah menurunkan kitab suci kepada para Rasul-Nya. Dan sudah dimaklumi bahwa Allah tidak menyebutkan semua para Rasul-Nya dalam Al-Quran maupun As-Sunnah. Maka demikian pula kitab suci yang Allah turunkan. Hanya sebagian saja kitab suci yang Allah sebutkan dalam Al-Quran, dan banyak kitab suci yang tidak Allah sebutkan. Dan semuanya wajib diimani. 

Berikut ini adalah kitab-kitab suci yang disebutkan dalam Al-Quran:

Al-Quran

Inilah kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi terakhir, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kitab suci yang paling sempurna dan menyempurnakan kitab suci sebelumnya.

Allah berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” [5]

Dan kitab suci Al-Quran ini memiliki banyak nama, di antaranya: Al-Furqan, Al-Kitab, Adz-Dzikr, dan lain sebagainya.

Taurat

Taurat adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam.

Allah berfirman,

إِنَّا أَنزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi).” [6]

Injil

Injil adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘alaihis salam.

Allah berfirman,

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِم بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” [7]

Zabur

Zabur adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud ‘alaihis salam.

Allah berfirman,

وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

“Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” [8]

Shuhuf Ibrahim dan Shuhuf Musa

Allah berfirman,

إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ * صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ

“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Shuhuf Ibrahim dan Musa.” [9]

Iman Kepada Kitab Suci

Iman kepada kitab suci adalah pembenaran yang kokoh bahwa Allah memiliki kitab-kitab suci yang Dia turunkan kepada para Rasul-Nya ‘alaihimush shalatu was salaam. Dan (bahwa) kitab suci itu adalah kalam Allah secara hakiki. Dan bahwa kitab suci itu adalah cahaya dan petunjuk. Apa yang terkandung di dalamnya adalah benar dan adil, wajib diikuti dan diamalkan. Dan tidak ada yang mengetahui jumlahnya kecuali hanya Allah. [10] 

Hukum Iman Kepada Kitab Suci 

Beriman kepada kitab suci merupakan kewajiban setiap individu. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِن قَبْلُ وَمَن

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.” [11]

Dan beriman kepada kitab suci harus mencakup iman kepada semua kitab suci yang Allah turunkan kepada para Rasul-Nya. Beriman hanya kepada sebagian kitab suci namun kafir kepada sebagian lainnya, pada hakikatnya sama dengan kafir kepada seluruh kitab suci.

Allah berfirman,

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْ

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah,” mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka.” [12] 

Ayat ini mengabarkan tentang keadaan orang-orang Yahudi. Apabila mereka diperintah untuk beriman kepada Al-Quran yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, mereka pun sombong dan enggan. Mereka mengatakan, “Kami beriman kepada kitab yang diturunkan kepada kami”. Namun mereka kafir kepada kitab suci lainnya. Padahal yang wajib adalah beriman kepada kitab suci yang Allah turunkan secara umum, baik yang diturunkan kepada mereka atau kepada yang lain. Inilah keimanan yang akan bermanfaat, yaitu iman kepada seluruh kitab yang Allah turunkan kepada seluruh para Rasul-Nya. Adapun membeda-bedakan antara para rasul atau kitab-kitab suci, dengan mengimani sebagian dan kufur kepada yang lain, maka ini bukanlah keimanan. Bahkan ini adalah kekafiran itu sendiri. [13]

Kandungan Iman Kepada Kitab Suci

Dalam beriman kepada kitab suci, harus terkandung beberapa hal sebagai berikut:

1- Iman bahwa kitab suci itu benar-benar turun dari sisi Allah.

2- Mengimani kitab suci yang kita ketahui namanya, kita imani dengan namanya. Seperti Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘alaihis salam, dan Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud ‘alaihis salam. Adapun yang tidak kita ketahui namanya, maka kita imani secara global.

3- Membenarkan kabar berita yang sahih dari kitab-kitab suci itu. Seperti kabar berita yang disampaikan al-Quran, atau kabar berita yang belum diubah dari kitab-kitab suci sebelumnya.

4- Mengamalkan hukum-hukum yang belum dihapus. Dengan ridha dan taslim terhadap hukum tersebut baik kita memahami hikmahnya atau tidak. Dan seluruh kitab-kitab suci sebelumnya telah dihapus hukumnya oleh Al-Quran. Allah berfirman,

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” [14]

Yakni, Al-Quran sebagai hakim atas kitab-kitab suci sebelumnya. Oleh karena itu tidak boleh mengamalkan hukum apapun yang ada pada kitab-kitab suci sebelumnya kecuali yang telah sahih dan diakui hukumnya oleh Al-Quran. [15]

Buah Mengimani Kitab Suci

Beriman kepada kitab-kitab suci yang Allah turunkan akan membuahkan beberapa hal mulia; antara lain:

1- Mengetahui dan meyakini perhatian Allah kepada hamba-Nya. Dimana Allah menurunkan kitab suci kepada setiap kaum dengan lisan mereka sebagai petunjuk bagi mereka untuk beribadah kepada Allah.

2- Mengetahui hikmah Allah dalam syariat-Nya. Dimana Allah memberikan kepada setiap umat syariat yang sesuai dengan keadaan mereka masing-masing. Sebagaimana Allah berfirman,

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” [14]

3- Bersyukur atas nikmat Allah yang telah menjelaskan tata cara ibadah kepada-Nya dan atas pahala besar yang diberikan atasnya.

4- Beribadah kepada Allah di atas ilmu dengan meneladani Nabi yang diutus, yang telah menjelaskan kitab suci-Nya dan memberikan petunjuk kepadanya. [16]

Referensi

  1. Ushul al-Iman fii Dhau’il Kitab was Sunnah, hlm. 125.
  2. Al-Iman bil Kurub, Muhammad bin Ibrahim al-Hamd, hlm. 7.
  3. QS. Hud: 1-2.
  4. QS. Al-Hadid: 25.
  5. QS. Al-Baqarah: 185.
  6. QS. Al-Maidah: 44.
  7. QS. Al-Maidah: 46.
  8. QS. An-Nisa: 163.
  9. QS. Al-A’la: 19.
  10. Arkanul Iman, hlm. 28.
  11. QS. An-Nisa: 136.
  12. QS. Al-Baqarah: 91.
  13. Taisirul Karimir Rahman, hlm. 59.
  14. QS. Al-Maidah: 48.
  15. Syarh Ushul al-Iman (Nubdzah fil Aqidah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hlm. 32.
  16. Bayan Arkanil Iman, Abdullah bin Shalih Al-Qushayir, hlm. 41.