Kiamat

Kiamat atau hari kiamat (يوم القيامة) adalah hari ketika manusia dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di dunia dan dihisab kemudian diberi balasan. Dinamakan hari kiamat karena terambil dari kata (قام – يقوم) artinya berdiri, karena pada hari itu akan berdiri dan terjadi perkara-perkara besar termasuk berdirinya seluruh manusia di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan semua amalnya selama hidup di dunia. [1]

Nama-nama Lain Hari Kiamat

Hari kiamat memiliki nama-nama lain yang menunjukkan bahwa persitiwa hari kiamat ini merupakan kejadian besar yang menakutkan bagi semua makhluk dan di antara kebiasaan bangsa arab adalah memberi nama yang banyak bagi suatu peristiwa atau benda yang dianggap besar dan luar biasa, bahkan Al-Qurtuby menyebutkan bahwa nama hari kiamat mencapai 20 nama yang disebutkan di dalam Al-Quran [2], di antara nama-nama lain hari kimat adalah:

Yaumul Akhir

Al-Yaumul Akhir اليوم الآخر (Hari Terakhir) sebagaimana dalam al-Qur’an:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan al-Yaum al-Aakhir (hari terakhir).” [3]

Terkadang disebut juga dengan Ad-Daar Al-Akhirah [4] atau Al-Akhirah [5].

Hari ini dinamakan dengan Yaumul Akhir karena tidak ada lagi hari setelahnya.

As-Sa’ah

as-Sa’ah الساعة  (Waktu), sebagaimana dalam firman Allah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

“Wahai manusia bertakwalah kalian kepada Rabb kalian, sesungguhnya guncangan hari kimat itu adalah (kejadian) yang sangat besar.” [6]

Dinamakan demikian karena hari itu datang begitu cepat dan sesaat (sekejap), ada juga yang mengatakan bahwa hari kiamat itu dinamakan dengan as-Sa’ah karena waktu kedatangannya yang begitu dekat, sebab segala sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang itu adalah dekat. [7]

Yaumul Ba’ts

Yaumul Ba’tsi  يوم البعث (Hari Kebangkitan), sebagaimana dalam firman Allah:

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ

“Dan orang-orang yang diberi ilmu dan iman itu berkata: “Sungguh kalian telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari kebangkitan.” [8]

Ibnu Mandzur berkata: “al-Ba’tsu artinya dihidupkannya orang yang mati oleh Allah.” [9]

Yaumul Khuruj

Yaumul Khuruj يوم الخروج (Hari Keluar), sebagaimana dalam firman Allah:

يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ

“Yaitu pada hari mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenarnya, itulah hari keluar.” [10]

Dinamakan demikian karena pada hari itu manusia keluar dari kubur mereka saat sangkakala ditiupkan.

Al-Qari’ah

Al-Qari’ah القارعة , sebagaimana firman Allah:

الْقَارِعَةُ . مَا الْقَارِعَةُ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

“Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Dan tahukan kamu apa hari kiamat itu?” [11]

Dinamakan demikian karena ia mengetuk hati manusia dengan kejadian-kejadian luar biasa yang akan terjadi pada hari itu.

Yaumul Fashl

Yaumul Fashl يوم الفصل (Hari Keputusan), sebagaimana firman Allah:

هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ

“Inilah hari kiamat di mana kami mengumpulkan kalian dan orang-orang terdahulu.” [12]

Dinamakan demikian karena Allah akan memberikan keputusan terhadap perselisihan yang terjadi antara manusia.

Yaumud Din

Yaumud Din يوم الدين, (Hari Hisab), sebagaimana firman Allah:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

“(Dialah Allah) Pemilik hari hisab.” [13]

Dalam bahasa arab kata “Ad-Diin” diartikan dengan balasan dan hisab, sehingga hari kiamat dinamakan demikian karena pada hari itu manusia akan dihisab dan diberi balasan atas perbuatannya dahulu di dunia.

As-Shaakhah

As-Shaakhah الصاخة, sebagaimana firman Allah:

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ

“Apabila telah datang as-Saakhah (hari kiamat).” [14]

Al-Qurtubi rahimahullah berkata: “Ikrimah mengatakan: As-Shaakhah adalah tiupan sangkakala yang pertama, sedangkan At-Thammah adalah tiupan yang kedua, At-Thabari berkata : “Menurut saya kata “As-Shaakhah” terambil dari kata Sakhha (صخ – يصخ) yang artinya membuat tuli.” [15] Sehingga hari kiamat dinamakan demikian karena bunyi sangkakala yang akan ditiupkan pada hari itu sangat besar suaranya hingga memekakkan telinga.

At-Thammah Al-Kubra

At-Thammah Al-Kubra الطامة الكبرى, sebagaimna firman Allah:

فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى

“Apabila telah datang At-Thammah Al-Kubra (hari kiamat).” [16]

Dalam bahasa arab kata ( طم – يطم) diartikan dengan berkuasa dan mengalahkan, sehingga hari kiamat dinamakan demikian karena ia mengalahkan perkara-perkara lainnya, walaupun ada pula yang menyebutkan bahwa At-Thammah Al-Kubra maksudnya adalah tiupan sangkakala yang kedua. [15]

Tanda-tanda Hari Kiamat

Meskipun waktu terjadinya hari Kiamat tidak ada yang mengetahuinya, akan tetapi Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tanda-tanda Kiamat tersebut. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada ummatnya tentang tanda-tanda Kiamat. Para ulama membaginya menjadi dua: tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.

Tanda-tanda Kecil Kiamat

Tanda-tanda kecil hari kiamat ini banyak sekali, berikut di antaranya:

  • Wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  • Penaklukan Baitul Maqdis
  • Wabah Penyakit
  • Melimpahnya Harta Benda
  • Timbulnya Fitnah Besar
  • Terjadinya Perdamaian Antara Kaum Muslimin dan Romawi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اُعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِيْ، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيْكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِيْنَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلاَّ دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُوْنُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي اْلأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُوْنَ فَيَأْتُوْنَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِيْنَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اِثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.

“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari Kiamat: wafatku, penaklukan Baitul Maqdis, wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya,  timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan (6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.” [17]

  • Orang-orang Bermegah-megahan dengan Masjid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ أشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ

“Di antara tanda-tanda kiamat adalah orang-orang bermegah-megahan dengan (bangungan) masjid.” [18]

  • Diangkatnya Ilmu
  • Meluasnya Kebodohan
  • Banyak Orang Minum Khamr
  • Meluasnya Zina
  • Jumlah Wanita Jauh Lebih Banyak dari Laki-laki

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنَّ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا ، وَيَقِلَّ الرِّجَالُ ، وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ ، حَتَّى يَكُونَ لِلْخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ

“Di antara tanda-tanda kiamat : diangkatnya ilmu, merebaknya kebodohan, minuman keras banyak diminum, merejalelanya zina, jumlah laki-laki sedikit dan jumlah perempuan sangat banyak, sampai 50 perempuan diurus oleh satu laki-laki.” [19]

  • Sering Terjadi Gempa
  • Waktu Menjadi Semakin Singkat
  • Banyak Terjadi Pembunuhan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وتكثُرَ الزلازل، ويتقاربَ الزمان، وتَظهرَ الفتن، ويكثُرَ الهرْج، وهو القتل

“Banyak terjadi gempa, zaman semakin berdekatan (singkat), banyak terjadi fitnah dan banyak terjadi pembunuhan.” [20]

  • Amal Berkurang
  • Kekikiran Merajalela

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يتقاربُ الزمان، ويَنقصُ العمل، ويُلقى الشح

“Waktu semakin singkat, amal berkurang dan dilemparkan kekikiran.” [21]

  • Wanita Melahirkan Tuannya
  • Manusia Berlomba-lomba Meninggikan Bangunan

أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ

“Jika seorang budak melahirkan tuannya dan jika kamu melihat orang yang sebelumnya tidak beralas kaki dan tidak berpakaian, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunan.” [22]

  • Meluasnya Musik
  • Khamr Dianggap Halal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَيَكُوْنُ فِي آخِرِ الزَّمَاِن خَسْفٌ وَ قَذْفٌ وَ مَسْخٌ إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَ الْقَيْنَاتُ وَ اسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ

“Akan ada di akhir zaman penenggelaman bumi, hujan batu dan pengubahan rupa, ketika musik dan para penyanyi marak, serta ketika khamr dianggap halal.” [23]

  • Maraknya Ucapan Kotor
  • Meluasnya Pemutusan Silaturrahim
  • Buruknya Kehidupan Bertetangga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ الْفُحْشُ وَ التَّفَحُّشُ وَ قَطِيْعَةُ الرَّحِمِ وَ تَخْوِيْنُ اْلأَمِيْنِ وَ ائْتِمَانُ الْخَائِنِ

“Di antara tanda kiamat adalah maraknya ucapan kotor, kebiasaan berbicara kotor, pemutusan silaturrahim, dianggap khianat orang yang amanah dan dipercayanya orang yang khianat.” [24]

  • Banyak Terjadi Kematian Mendadak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ اَمَارَاتِ السَّاعَةِ…أَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفَجْأَةِ

“Sesungguhnya di antara tanda kiamat adalah….maraknya kematian mendadak.” [25]

  • Menginginkan Kematian Karena Beratnya Penderitaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ : يَالَيْتَنِى مَكَانَهُ ما به حب لقاء الله عز وجل

“Kiamat tidak akan terjadi sampai ada seorang yang melewati kubur seseorang lalu berkata, “Duhai, andai kata aku menggantikan posisinya  karena ia ingin bertemu dengan Allah.” [26]

  • Disia-siakannya Amanah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا ضُيِّعَتِ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ : كَيْفَ إِضَاعَتُهَا ؟ قَالَ : إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

“Apabila amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Ada yang bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Beliau menjawab: “Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” [27]

  • Menangnya Kaum Muslimin atas Orang Yahudi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِىُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِىٌّ خَلْفِى فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ . إِلاَّ الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

“Kiamat tidak akan terjadi sampai kaum muslimin berperang dengan orang-orang Yahudi, sehingga orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, maka batu atau pohon berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah! Ini orang Yahudi berada di belakangku, maka bunuhlah dia”, selain pohon Gharqad, karena pohon tersebut adalah pohon orang-orang Yahudi.” [28]

Tanda-Tanda Besar

Selain tanda-tanda besar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tanda-tanda besar dari hari kamat yang menunjukkan begitu dekatnya hari kimat dan menunjukkan bahwa hari kiamat itu sedang di ambang pintu.

  • Munculnya Imam Mahdi

Termasuk tanda-tanda besar kiamat adalah munculnya Mahdi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَتُمْلَأَنَّ الْأَرْضُ جُوْرًا وَ ظُلْمًا فَإِذَا مُلِئَتْ جُوْرًا وَ ظُلْمًا يَبْعَثُ اللهُ رَجُلاً مِنِّي اسْمُهُ اسْمِيْ وَ اسْمُ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِي فَيَمْلَؤُهَا عَدْلاً وَقِسْطًا كَمَا مُلِئَتْ جُوْرًا وَ ظُلْمًا فَلاَ تَمْنَعُ السَّمَاءُ شَيْئًا مِنْ قَطْرِهَا وَ لاَ الْأَرْضُ شَيْئًا  مِنْ نَبَاتِهَا يَمْكُثُ فِيْكُمْ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا فَإِنْ أَكْثَرُ فَتِسْعًا

“Sungguh, bumi ini akan dipenuhi dengan ketidakadilan dan kezaliman. Jika bumi telah dipenuhi dengan ketidakadilan dan kezaliman, maka Allah akan membangkitkan seorang laki-laki dari keturunanku, namanya seperti namaku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi ketidakadilan dan kezaliman. Sehingga langit pun tidak menahan hujannya, bumi pun tidak menahan tumbuhannya. Dia akan tinggal di tengah-tengah kalian tujuh atau delapan tahun, jika lebih bisa sembilan tahun.” [29]

  • Keluarnya Dajjal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ اْلكَذَّابَ، أَلَا إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر

“Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya dari seorang yang buta sebelah lagi pendusta (Dajjal). Ketahuilah, sesungguhnya dia buta sebelah dan sesungguhnya Rabbmu tidak buta sebelah, di antara kedua mata Dajjal itu tertulis ka-fa-ra (kafir).” [30]

Makhluk bernama Dajjal ini sudah ada sekarang ini, ia hanya tinggal mennggu saat diizinkan untuk keluar, hal ini berdasarkan hadis shahih riwayat Muslim dari sahabat Tamim ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika ia bersama para teman-temannya berjumlah 30 orang  menaiki perahu, tiba-tiba ia diombang-ambingkan oleh ombak selama satu bulan, sampai mereka mendekat ke sebuah pulau di tengah lautan hingga saat tenggelamnya matahari. Mereka ditemui oleh Jassasah, makhluk berbulu lebat, saking lebatnya sampai tidak diketahui mana depan mana belakangnya. Kemudian Jassasah membawa mereka menemui seseorang yang berada di dalam biara. Ternyata di dalamnya terdapat seorang pria dengan postur badan yang sangat besar dalam keadaan terikat dengan ikatan yang sangat kuat, kedua tangannya disatukan ke leher yang terletak antara kedua lutut hingga mata kakinya dengan belenggu besi. Kemudian ia bertanya kepada mereka (Tamim dan kawan-kawannya) tentang pohon kurma Bisan, Danau Thabariyyah, Mata Air Zaghr, Nabi orang-orang ummiyyin (buta huruf) dan apakah ia telah diperangi oleh orang-orang Arab dan bagaimana perlakuannya terhadap mereka? Lalu dijawab oleh Tamim ad-Dari bahwa Nabi itu telah muncul dan dia telah diikuti orang-orang Arab di sekitarnya dan mereka mentaatinya. Lantas  ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya lebih baik jika mereka menaatinya. Aku beritahukan kepadamu tentang diriku; aku adalah al-Masih, tidak lama lagi aku akan diizinkan keluar, aku akan keluar dan berjalan di bumi, maka aku tidak membiarkan satu perkampungan pun kecuali aku singgahi dalam tempo empat puluh hari, selain kota Mekah dan Madinah. Keduanya diharamkan bagiku, setiap kali aku akan memasuki salah satu darinya (Makkah atau Madinah), aku dihadang oleh malaikat dengan pedang tehunus untuk mencegahku memasukinya. Sungguh, di setiap jalan kota itu terdapat malaikat yang menjaganya.” [31]

  • Turunnya Isa Putera Maryam

Dari sahabat Hudzaifah bin Usaid al-Gifari radhiyallahu ‘anhu dia berkata:

اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ : مَا تَذَاكَرُونَ ؟ قَالُوا : نَذْكُرُ السَّاعَةَ ، قَالَ : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ ، وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

“Suatu hari Rasullah sallallahu alaihi wasallam melihat kami sedang bermudzakarah, belia lantas berkata: “Apa yang sedang kalian diskusikan? Dijawab: “Kami sedang berbicara tentang hari kiamat.” Beliau lantas bersabda: “Sesungguhnya kiamat itu tak akan terjadi hingga kalian melihat 10 tanda, lalu beliau menyebut (keluarnya) Dukhan (asap), Dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya Isa putera Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, adanya tiga khasf (penenggelaman/ditelan oleh bumi) di timur, barat dan di jazirah Arab, dan yang terakhir dari semua itu adalah adanya api yang keluar dari negeri Yaman yang menggiring manusia ke padang mahsyar.” [32]

Nabi Isa ‘alaihis salam akan turun di menara putih sebelah timur Damaskus. Dia membawa syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan mematahkan salib dan membunuh babi. Beliaulah yang membunuh Dajjal di pintu Lud yang berada di negeri Palestina. Di zaman Nabi Isa ‘alaihis salam manusia hidup tentram, harta melimpah dan kedamaian di mana-mana. [33]

  • Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia biasa seperti layaknya manusia lainnya. Mereka mirip dengan orang bangsa at-Turk (mereka adalah orang kafir), dengan mata sipit, berhidung pesek, berambut pirang, sekalipun bentuk dan kulit mereka bervariasi. [34]

Fitnah ini terjadi pada masa Nabi ‘Isa bin Maryam ‘alaihis sallam setelah ia membunuh Dajjal, lalu Allah membinasakan mereka semua dalam satu malam berkat do’anya (Isa bin Maryam) atas mereka.

Ya’juj dan Ma’juj sudah ada sekarang, mereka dikurung dalam dinding besar yang dibangun oleh Raja Dzulqarnain sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran. [35]

Dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj sedang berusaha keras melubangi dinding setiap hari, sampai apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: “Pulanglah, kalian akan melubanginya besok.’” Kemudian esok harinya mereka kembali melubangi dinding itu dan bekerja lebih kuat dari yang kemarin, sehingga jika waktunya telah tiba, Allah akan mengirimkan mereka kepada manusia sesuai dengan keinginan-Nya. Sehingga apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berseru: “Pergilah, kalian akan melubanginya besok, insya Allah,  (Namun ketika) mereka kembali hendak melubanginya, ternyata dinding itu sudah seperti keadaan semula saat mereka tinggalkan (kemarin). Tapi mereka terus melubanginya dan (akhirnya) berhasil keluar menyerbu manusia. Mereka mengeringkan air dan orang-orang berlindung di benteng-benteng. Mereka melepaskan anak panahnya ke langit, lalu anak-anak panah itu kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata dengan sombong: “Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan langit.” Kemudian Allah mengirimkan sejenis ulat pada tengkuk mereka hingga mereka mati. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya binatang melata di bumi akan menjadi kenyang dan gemuk karena dapat makan daging dan darah Ya’juj dan Ma’juj.” [36]

  • Terjadinya Khasf (Penenggelaman/Ditelan Bumi)

Dalam hadits yang lain disebutkan:

سَيَكُوْنُ بَعْدِي خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. قُلْتُ: يَا رَسُـوْلَ اللهِ! أَيَخْسِفُ بِاْلأَرْضِ وَفِيْهَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ لَهَا رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا الْخَبَثُ.

Sepeninggalku akan terjadi penenggelaman di timur, penenggelaman di barat, dan penenggelaman di Jazirah Arab.” Aku bertanya, “Apakah bumi akan ditenggelamkan sementara di dalamnya ada orang-orang yang shalih?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Jika penduduknya sudah banyak melakukan kefasikan dan kekejian.” [37]

  • Muncul Dukhaan (Asap)

Dalil tentang hal ini dari Al- Qur`an adalah firman Allah:

فارتقب يوم تأتي السماء بدخان مبين. يغشى الناس هذا عذاب أليم

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih.” [38]

Maknanya, tunggulah orang-orang kafir itu –wahai Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam – pada hari di mana langit mendatangkan asap yang nyata lagi jelas, yang menutupi serta meliputi manusia. Ketika itu, dikatakan kepada mereka: “Inilah adzab yang pedih”, sebagai celaan dan cercaan keras terhadap mereka atau sebagian mereka mengucapkan kalimat ini kepada yang lain.[39]

  • Terbitnya Matahari dari Barat

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لا يَنْفَعُ نَفْساً إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْراً

“Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau belum berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu.” [40]

Syaikh As-Sa’di mengatakan: “Banyak hadits-hadits shahih yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan sebagian ayat-ayat Tuhanmu dalam ayat di atas adalah terbitnya matahari dari sebelah barat dan saat itu orang-orang berbondong-bondong menyatakan keimanan mereka, namun sudah tidak bermanfaat keimanan, pintu taubat sudah tertutup.” [41]

Dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا ، فَإِذَا رَآهَا النَّاسُ ، آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا ، فَذَاكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ

“Kiamat tak akan terjadi hingga matahari terbit dari arah barat, apabila orang-orang melihatnya, maka mereka berbondong-bondong menyatakan keimanan mereka, namun saat itu iman sudah tidak bermanfaat bagi seseorang yang tidak beriman sebelumnya.” [42]

  • Keluarnya Dabbah (binatang melata)

Binatang melata ini akan berbicara kepada manusia, atau menandai, atau melukai (menurut qiraa’t Ibnu Abbas “taklimuhum“) sehingga akan membedakan antara orang mukmin dan orang kafir. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Zahir al-Quran menunjukkan bahwa binatang itu akan memperingatkan manusia tentang dekatnya azab dan kebinasaan.”

  • Keluarnya Api

Api itu muncul pertama di sebelah selatan jazirah Arab dari dataran rendah ‘And (kawasan di Yaman).

Api tersebut menyebar ke mana-mana dan mengumpulkan manusia ke tempat berkumpulnya.

Urutan Kejadian-kejadian Menjelang Kiamat

Tidak ada dalil dari al-Quran atau as-Sunnah yang secara detail menyebutkan urutan secara rinci kejadian demi kejadian menjelang terjadinya hari kiamat, sehingga terjadilah khilaf (perbedaan pendapat) tentang urutan satu persatu peristiwa demi peristiwa yang akan tejadi hingga hari kiamat benar-benar terjadi, walaupun demikian sebagian ulama menyebutkan urutan kejadian-kejadian itu berdasarkan hasil ijtihad dan tahqiq mereka sebagai berikut:

  • Apabila manusia telah dibangkitkan oleh Allah dari kubur mereka, maka mereka digiring ke padang mahsyar (tempat berkumpul), lantas seluruh manusia menunggu dalam waktu yang sangat panjang hingga keadaan mereka memprihatinkan, mereka dipenuhi rasa takut dan mereka merasakan kehausan yang luar biasa.
  • Ketika mereka ditimpa kehausan yang luar biasa itulah didatangkan Haudh (telaga) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka barangsiapa yang meninggal di atas sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membuat suatu yang baru (bid’ah) dalam agama, tidak murtad maka ia akan diberikan kesempatan untuk minum dari telaga Nabi (Haudun Nabi) shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu telaga setiap nabi yang pernah diutuspun didatangkan dan mereka yang menjadi pengikut setia dan mereka yang shalih dari para pengikut setiap nabi diberikan kesempatan untuk minum dari haudh (telaga) setiap nabi.
  • Seluruh manusia terus menunggu dihisabnya amal perbuatan, hingga saat masa menunggu begitu panjang tibalah waktunya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan Syafaat Udzma, sebagaimana dalam hadits yang panjang yang berisi pemberian Syafaat Udzma dari Allah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar waktu dihisabnya amal perbuatan dipercepat, sebelum datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam manusia berbondong-bondong mendatangi para nabi agar para nabi itu meminta kepada Allah agar waktu dihisabnya amal perbuatan manusia disegerakan, mereka terlebih dahulu mendatangi Nabi Adam, lantas Nabi Ibrahim dan nabi-nabi yang lainnya namun semuanya mengangkat tangan dan merasa tidak mampu, hingga mereka mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mereka memberitahukan keadaan genting dan memperihatinkan manusiana yang telah menunggu waktu hisab begitu lama, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda setelah mereka meminta agar beliau meminta syafaat agar hisab disegerakan kepada Allah ‘azza wa jalla: “Saya yang akan memintanya kepada Allah, saya yang akan memintanya kepada Allah.” Lantas Nabi shallallahu alaihi wasallam mendatangi ‘Arsy dan bersimpuh di hadapan Allah ‘azza wa jalla dan mengucapkan pujian-pujian yang dibukakan oleh Allah kepada beliau, lalu dikatakan kepada beliau: “Wahai Muhammad angkatlah kepalamu, berilah syafaat karena Engkau diizinkan dan mintalah apa saja karena Engkau akan diberi.” maka beliaupun diberikan Syafaat Udzma oleh Allah ketika itu agar waktu hisab disegerakan oleh Allah.
  • Diadakanlah Ardh (diperlihatkan/ditampilkannya amal manusia).
  • Setelah Ardh maka dilakukan hisab.
  • Setelah hisab pertama pembagian kitab catatan amal perbuatan, ada yang diberikan catatan amalnya dengan tangan kanan dan ada pula yang diberikan dengan tangan kiri.
  • Setelah membaca kitab catatan amal, ada hisab lagi untuk memutuskan segala alasan dan uzur yang disampaikan.
  • Setelah itu ditimbangnya amal perbuatan dengan Mizan.
  • Setelah ditimbangnya amal perbuatan maka manusia terbagi menjadi berkelompok-kelompok sesuai dengan amal perbuatan, ditegakkan bendera, ada bendera Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan seterusnya, manusia dikumpulkan pada bendera berkelompok-lompok sesuai dengan jenis amal mereka. Orang-orang kafir dan orang-orang zalim dikumpulkan berkelompok sesuai amal mereka, Allah berfirman: “(Diperintahkan kepada malaikat):”Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah selain Allah.” [43] Maka ulama orang-orang musyrik dikumpulkan bersama ulama-ulama orang-orang musyrik, orang-orang zalim dikumpulkan bersama orang-orang zalim, pengingkar hari kiamat dikumpulkan bersama pengingkar hari kiamat, para pengingkar kenabian dikumpulkan bersama para pengingkar kenabian dan begitu seterusnya.
  • Kemudian setelah itu Allah akan meliputi jembatan yang berada di atas jahannam dengan kegelapan, maka orang-orang akan berjalan di atas jembatan sesuai dengan cahaya yang dimiliki oleh setiap orang, maka berjalanlah ummat ini dan di antara mereka ada orang-orang munafik, kemudian tatkala orang-orang munafik itu berjalan dengan cahaya orang-orang mukmin diletakkanlah dinding pemisah sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam al-Quran: “Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab. Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin : “Bukankah dahulu kami bersama kalian?” Mereka menjawab: “Benar, tapi kalian mencelakakan diri kalian, dan hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah.” [44] Maka saat itu orang-orang mukmin diberikan cahaya yang dengannya mereka bisa melihat, adapun orang-orang munafik maka mereka tidak mendapatkan cahaya, mereka senasib dengan orang-orang kafir yang terperosok dan jatuh dari atas jembatan menuju ke neraka jahannam wal iyadzu billah.
  • Saat itu dataglah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terlebih dahulu mendatangi jembatan (sirath), lantas beliau meminta keselamatan bagi diri beliau dan ummat beliau seraya berdoa: “Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah. Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.” Maka lewatlah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ummat beliau di atas sirath, setiap orang berjalan dengan kecepatan yang sesuai amal ibadahnya dan setiap orang berjalan dengan cahaya yang sesuai dengan amal ibadahnya juga.
  • Kemudian tatkala mereka sudah sampai di depan surga, maka mereka yang dahulu di dunia dizalimi diberi kesempatan untuk meng-qisas orang yang menzaliminya agar rasa benci hilang dari setiap orang .
  • Kemudian manusia pertama yang masuk surga adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas setelah itu adalah orang-orang miskin dari kalangan muhajirin, orang-orang miskin dari kalangan anshar, orang-orang miskin dari ummat ini, adapun orang-orang kaya maka mereka ditahan lebih lama untuk dihisab. [45])

Referensi

  1. Al-Qiyamah Al-Kubra, Umar Sulaiman al-Asyqar, hlm.20.
  2. Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani, 11/396.
  3. QS. At-Taubah : 18
  4. QS. Al-Qashash : 83
  5. QS. Al-Baqarah : 130
  6. QS. Al-Hajj : 1
  7. At-Tadzkirah, Al-Qurtubi, 216.
  8. QS. Ar-Rum : 56
  9. Lisanul Arab, Ibnu Mandzur, 1/230, huruf ب ع ث.
  10. QS. Qaf : 42
  11. QS. Al-Qari’ah : 1-3
  12. QS. al-Mursalaat: 38
  13. QS. Al-Fatihah : 4
  14. QS. Abasa: 33
  15. At-Tadzkirah, Al-Qurtubi, 227.
  16. QS. An-Naziat : 34
  17. HR. Al-Bukhari no. 3176
  18. HR. An-Nasa’i dan dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5895.
  19. HR. Al-Bukhari no. 79 dan Muslim no. 4825
  20. HR. Al-Bukhari no.1036
  21. HR. Al-Bukhari no. 6037 dan Muslim no. 157
  22. HR. Muslim no. 8
  23. HR. Ibn Majah, at-Thabrani dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 3665.
  24. HR. at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath, di shahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami : 5894, dalam riwayat Ahmad dan al-Hakim ada tambahan : وسوء المجاورة (jeleknya kehidupan bertetangga).
  25. HR. at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath dan dinilai hasan oleh al-Albani.
  26. HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dengan lafadz yang mirip satu sama lain, lihat as-Shahihah 2/118, no.578.
  27. HR. Al-Bukhari no.59
  28. HR. Muslim no. 2922
  29. HR. al-Bazzar dan at-Thabrani, dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no.5073.
  30. HR. Al-Bukhari no.6598 dan Muslim no. 5219
  31. HR. Muslim no. 2942
  32. HR. Muslim no. 2901
  33. Al-Yaumul Akhir al-Qiyamah as-Sughra, DR Umar Sulaiman al-Asyqar, 256-270
  34. An-Nihayah fil Fitan wal Malahim, Abul Fida’ Ibn Katsir, 102.
  35. QS. Al-Kahfi : 97-98
  36. HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Ibn Majah no.3298
  37. HR. at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath 4/74, al-Haitsami berkata dalam al-Majma’ : “Diriwayatkan oleh at-Thabrani dalam al-Ausath, dalam sanadnya ada Hakim bin Nafi’ dianggap tsiqah oleh Ibnu Ma’in namun ulama yang lain mendha’ifkannya, perawinya yang lain semuanya tsiqah (8/11).
  38. QS. Ad-Dukhan :10-11
  39. Tafsir Ibn Katsir, Abul Fida’ Ibn Katsir, 7/235-236.
  40. QS. Al-An’am : 158
  41. Taisir al-Karim ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di, hlm. 281.
  42. HR. Al-Bukhari no. 4635 dan Muslim no. 157
  43. QS. As-Saaffat : 22-23
  44. QS. Al-Hadid : 13-14
  45. Ithaf as-Sa’il lima fi at-Thahawiyyah min Masa’il, Syaikh Salih alu Syaikh, masalah yang ke-sembilan.